Dua Proyek Jadi Sorotan, DPRD Minta OPD Cermat

by

KOTA – DPRD Kota Pekalongan meminta OPD lebih cermat dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, terutama menyangkut proyek pembangunan di Kota Pekalongan. Hal itu disampaikan berkaitan dengan adanya sorotan masyarakat terhadap dua proyek di Kota Pekalongan yakni proyek pembangunan rumah pompa di Gang Umbul, Kelurahan Panjang Wetan dan rencana proyek pembangunan bendung gerak untuk penanganan rob.

Pesan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi B DPRD Kota Pekalongan dengan sejumlah OPD, kemarin. Seperti diketahui, proyek pembangunan rumah pompa menjadi sorotan karena lahan yang menjadi lokasi pembangunan merupakan lahan milik warga sehingga terjadi penolakan. Awalnya, Pemkot menyatakan bahwa lahan yang akan jadi lokasi merupakan lahan sempadan sungai sehingga sudah dilakukan proses pembangunan. Tapi kemudian muncul klaim dari warga bahwa tanah tersebut milik perorangan. Pemkot kemudian memutuskan memindah lokasi pembangunan ke lokasi lain padahal proses pembangunan sudah dimulai.

Sementara proyek rencana pembangunan bendung gerak, menjadi sorotan setelah adanya keluhan terkait kegiatan sosialisasi yang diduga tidak mengakomodir semua pihak. Termasuk adanya sejumlah LSM dan wartawan yang sempat tak diperbolehkan turut menghadiri kegiatan sosialisasi tersebut.

Terkait proyek pembangunan rumah pompa, Ketua DPRD M Azmi Basyir meminta OPD agar lebih cermat. Sebab ada konsekuensi anggaran yang muncul ketika terjadi keteledoran. “Kami minta untuk ada hitung-hitungan setelah adanya kesalahan itu berapa kerugian yang timbul. Ke depan, semua dokumen perencanaan harus matang,” katanya.

Dia juga menyoroti koordinasi antar OPD yang masih lemah. Azmi mengaku mengalami sendiri ketika membantu warga mengurus kematian. Menghubungi salah satu OPD, dirinya justru diminta menghubungi OPD yang lain. “Bagaimana kalau warga biasa yang mengalami ini?” tanyanya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan. Dirinya meminta ke depan agar tak ada lagi keteledoran seperti pada proyek pembangunan rumah pompa. “Jangan sampai kasus di Umbul (rumah pompa gang umbul) jadi pintu masuk ke proyek-proyek lain. Masyarakat kecewa dengan keteledoran ini. Terkait solusi pindah lokasi, kami mendukung tapi syaratnya selesaikan dulu semua masalah yang ada,” katanya.