Pemenang Lelang Sudah Ditetapkan, Halaqah Kebangsaan Siap Kawal Pembangunan Islamic Center

oleh -
Ketua Halaqah Kebangsaan Kabupaten Batang, KH Sulthon Syair.

BATANG – Halaqoh Kebangsaan yang mendapat mandat dari seluruh stake holder/pemangku kepentingan ummat di Kabupaten Batang untuk mengawal proses pembangunan Islamic Center, merasa bersyukur. Pasalnya, setelah sempat dilakukan lelang ulang, akhirnya CV. Refa Putra Mandiri dari Semarang telah ditetapkan sebagai pemenang pelaksana konstruksi pembangunan Islamic Center Batang (ICB) Tahap 1 tahun 2021.

Farid Asror, Sekretaris Halaqoh Kebangsaan wujudkan Islamic Centre yang merupakan civil society inisiator Pembangunan ICB menyampaikan rasa syukur. Pasalnya, pihaknya yang memantau seluruh proses perjuangan awal sempat merasa prihatin disebabkan pada Lelang Konstruksi Tahap I dari 3 penawar yang masuk, tidak ada yang memenuhi persyaratan hingga akhirnya dilakukan lelang ulang.

“Kita sempat khawatir karena sempat dilakukan lelang ulang, namun Alhamdulillah kini sudah ada pemenangnya. Meskipun konsekuensinya sisa waktu pelaksanaan konstruksi bagi pemenang lelang akan berkurang setidaknya 2-3 mingguan. Sedang pada awalnya kami menghendaki jangka waktu pelaksanaan bisa 5 bulan agar kualitas pekerjaan dapat betul-betul optimal, karena tahap ini banyak pekerjaan struktur beton dan infrastruktur dasar,” ungkap Farid Asror.

Farid berharap Direktur CV Refa Putra Mandiri Semarang yang tergabung dalam asosisai HIPSINDO yang mendapat kepercayaan sebagai kontraktor pelaksana dapat benar-benar cermat memanfaatkan alokasi waktu yang tersedia namun telah berkurang 2 minggu.

KH Sulthon Syair selaku Ketua Halaqoh Kebangsaan turut mendoakan keberhasilan Dinas PUPR Kabupaten Batang yang telah memberikan kepercayaan kepada kontraktor dalam pembangunan ICB.

“Weling saya kepada suluruh stake holder yang terlibat di lapangan, agar pertama-tama adalah luruskan niat, baik sebagai PPKom, sebagi pengawas lapangan harian atau konsultan pengawas, badan pemeriksa bangunan dan khususnya kontraktor pelaksana, pekerjaan. Mengingat pembangunan ICB ini bukan bangunan biasa, tetapi kental perjuangan dan unsur religiusitasnya,” tegas pria yang akrab dipanggil Gus Sulton ini.

“Yakinlah bahwa dengan niat yang lurus dan baik, ikhtiar yang maksimal, pelaksanaan sesuai ketentuan dan spek yang disepakati, Gusti mboten sare. Hasil akan ikut serta dengan keberkahan,” lanjutnya.

Gus Sulton juga menegaskan, bahwa Halaqoh hanya punya satu tujuan yaitu terwujudnya ICB yang berkualitas dari semua aspek. Tidak ada pamrih lain. Sepanjang bisa memberikan kontribusi untuk memperlancar , mensukseskan proses pembangunan, pihaknya siap memberikan kontribusi sesuai kemampuan secara maksimal.

“Seluruh ikhtiar Halaqoh dilakukan dengan tetap menghormati dan mendudukkan tupoksi Pak Nur Seto Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batang beserta jajaran sebagai leading semtornya,” katanya.

Lebih lanjut Gus Sulthon yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang ini ikut menghimbau, jika sepanjang memenuhi syarat dan kesepakatan kedua pihak dan ada ‘makno rukun’ serta mendapat persetujuan Direksi/PPKom, maka sumber daya alam dan manusia serta UMKM yang ada di Kabupaten Batang bisa dilibatkan untuk turut kiprah mendukung suksesnya pembangunan ICB.

“Logika kasarnya, daripada mendatangkan dari jauh, tentu lebih hemat kalo ada yang lebih dekat jaraknya, asal kualitas setara. Disisi lain, kemitraan dengan potensi lokal juga melu nguripi-uripi wong Batang, sehingga juga ikut mendoakan suksesnya. Kebetulan mas kaji Farid khan juga Ketua KADIN Batang, saya kira dia punya referensi pihak-pihak yang bisa digunakan sebagai pertimbangan. Namun tentunya keputusan sepenuhnya berada di tangan kontraktor pelaksana,” tandas Gus Sulton. (don)