Gus Baha’: Koruptor Bangun Masjid, Bisnis Gelap tapi Hobi Umrah

by
KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha. (Foto: Istimewa)

Di era kekinian terbuka lebar-lebar peluang untuk seorang Muslim melakukan tindakan maksiat. Karena itu, menurut KH Ahmad Bahauddin Nur Salim, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat merupakan tirakat paling berat.

“Tirakat yang paling berat itu tidak bermaksiat. Zaman dulu itu ada wali mulamatiyah, zaman sebelum Imam Asy Sya’rani. Thariqah-nya cukup melaksanakan salat yang fardhu-fardhu saja, salat-salat sunnah tidak dikerjakan. Pokoknya yang penting tidak melakukan maksiat. Ternyata juga bisa jadi wali.”

Menurut Gus Baha, hal itu dilakukan karena ia hidup di komunitas pekerja. Jadi yang didakwahkan adalah syariat ‘thalabul halal fardhun ala kulli muslimin’. Yang penting orang-orang itu bekerja mencari rezeki yang halal.

“Sekarang itu ‘kan kebalikan, koruptor bangun masjid, bisnis gelap tapi hobi umrah, artis yang rezekinya dari mengumbar ketelanjangan/ aurat tapi hobi umrah, dan sebagainya,” kata Gus Baha, pengasuh Pesantren Pendidikan Ilmu Al-Quran di Narukan, Rembang, Jawa Tengah.

Menuntut Ilmu adalah Wajib

Menurut Rais Syuriah PBNU ini, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim laki dan Muslim perempuan.

Thalabul halal (yang wajib) tidak diperhatikan tapi yang sunnah malah dikejar. Wis mbuh gak karuan. Wallahu a’lam. Mugo-mugo disepuro Gusti Pengeran. (Semoga kita semua diampuni Allah Ta’ala)”

Demikian pesan-pesan keindahan ajaran Islam disampaikan Gus Baha’.

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad. (ngopibareng)