Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha Batang Kini Mendekam di Sel Tahanan

by
Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha di titipkan di rutan Polres Batang oleh tim Penuntut Kejari Batang. Istimewa

BATANG – Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang, ES kini mendekam rumah tahanan Polres Batang dalam kasus dugaan korupsi di Perusaan Umum Daerah Kabupaten Batang yang pernah dipimpinnya.

ES menjadi tahanan titipan dari tim jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang untuk 20 hari ke depan sejak 12 hingga 31Agustus 2021 mendatang.

“Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batang telah menerima penyerahaan tanggung jawab Tersangka dan Barang Bukti atas nama tersangka ES dari Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Batang pada Kamis (12/08/2021), bertempat di Kejaksaan Negeri Batang,” ungkap Kasi Intel Kejari Batang, Ridwan G Natakusuma.

Ridwan menjelaskan, setelah administrasi dan proses Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (tahap II), dan Pemeriksaan Kesahatan dan Pemeriksaan Rapid Test Antigen terhadap tersangka ES selesai dilaksanakan, selanjutnya tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara Polres Batang. Penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Nomor Print- 817/M.3.40/Ft./08/2021, tanggal 12 Agustus 2021 untuk Persiapan Pelimpahan Perkara ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang.

“Proses pilimpahan tahap II sendiri dilakukan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19,” lanjut Ridwan.

Pihak Kejari Batang sendiri telah melakukan penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang sejak 04 Pebruari 2020. “Berdasarkan hasil penyidikan dimana Tim Penyidik telah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti dimana pada tanggal 06 Juli 2021 telah dinyatakan lengkap syarat formil dan materilnya (P.21) oleh Penutut Umum Kejaksaan Negeri Batang,” jelas Ridwan.

ES sendiri selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021, sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangannya selaku direktur. Yaitu dengan cara menyalahgunakan keuangan Perusda, hingga mengakibatkan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp785.164.562.

Tersangka sendiri sudah mengembalikan sebagian kerugian, yaitu sebesar Rp600.000.000. Namun, demikian meskipun telah ada pengembalian sebagian kerugian negara proses pidana (penuntutan) terhadap tersangka ES tetap akan berjalan.

“Atas dugaan perbuatan Tindak Pidana Korupsi tersebut tersangka ES disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandas Ridwan. (don)