Ikonik, Gedung Perpusda Bisa Pacu Inovasi Anak Muda

by
PENINJAUAN - Dipimpin Ketuanya, Munarir, Komis A DPRD Kendal meninjau salah satu mitranya yang kini tengah konsen melakukan pembangunan layanan Perpusda Kendal.

KENDAL – Upaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kendal untuk menghadirkan gedung layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal yang representatif rupanya diapresiasi Komisi A DPRD Kendal.

“Kami berharap, gedung layanan perpustakaan ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya anak-anak dan bisa menjadi gedung kebanggaan Kabupaten Kendal,” kata Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir, saat bersama jajaran meninjau mitra kerjanya belum lama ini.

Munawir mengungkapkan, Perpusda menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dicanangkan pemerintah. Perpustakaan tidak lagi sekedar sebagai tempat mencari sekumpulan buku ataupun informasi, melainkan menjadi sarana munculnya inovasi-inovasi baru yang berkualitas. “Untuk capai target peningkatan literasi masyarakat, diperlukan peningkatan kualitas fasilitas layanan perpustakaan,” ungkapnya.

Menurut Munawir, dalam pengembangan perpustakaan di daerah harus betul-betul memperhatikan berbagai aspek. “Komisi A akan mendorong kepada pemerintah daerah, untuk bisa menganggarkan kelengkapan fasilitas perpustakaan ini nantinya. Seperti fasilitas AC, meja kursi dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disarpus Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid menjelaskan, perpustakaan yang dibiayai dengan anggaran DAK sebesar Rp 10 miliar ini dibangun di atas lahan seluas 4.606 meter persegi. “Tujuan pembangunan perpusda ini untuk meningkatkan literasi masyarakat. Lalu mewujudkan perpustakaan yang layak dan menarik untuk dikunjungi masyarakat khususnya,” katanya.

Ircham Chalid menyatakan, sebenarnya pembangunan ini sudah direncanakan sejak awal 2020 lalu. Namun mengalami kemunduran karena ada realokasi anggaran, akhirnya dimulai tahun 2021. Terkait dengan koleksi untuk pelaksanaan di gedung baru perlu banyak tambahan.

“Terkait e-book masih sangat kurang. Sehingga rencana kita tahun depan, akan kita tambah koleksinya. Kalau untuk koleksi buku fisik buku-buku manual sudah lumayan, hanya perlu ditambah lagi,” tandasnya. (lid)