Minimalisir Covid-19, Mahasiswa KKN UNDIP Rancang Alat Touchless Hand Sanitizer

oleh -
SERAHKAN - Mahasiswa KKN Undip, Penyerahan alat kepada pengurus Masjid dan Perwakilan Kepala Desa. Istimewa

BATANG – Mahasiswa UNDIP melaksanakan kegiatan KKN Pulang Kampung pada periode 2021 dengan tema Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Melalui Kuliah Kerja Nyata. Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan di tempat domisili masing-masing mahasiswa dalam waktu 45 hari yaitu mulai tanggal 31 Juni sampai dengan 12 Agustus 2021.

Salah satu mahasiswa KKN UNDIP, Adib Ramadhan melaksanakan kegiatan KKN di Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Salah satu programnya yang dilakukan adalah Pembuatan alat handsanitizer dengan sistem pedal injak untuk dibagikan di beberapa tempat umum seperti masjid, sekolah dan kantor Balai Desa sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Program ini saya jalankan mengingat kasus Covid-19 di Batang yang terus meningkat akhir-akhir ini. Tujuan dari program ini ialah untuk memberikan fasilitas cuci tangan tambahan untuk tempat-tempat umum yang ada di Desa Sidorejo,” ujar mahasiswa dari Prodi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Undip ini saat diwawancarai, Selasa (10/8/2021).

Dijelaskan, proses pembuatan alat dimulai dengan mendesain alat menggunakan Autodesk Inventor kemudian persiapan bahan dilanjutkan proses pemotongan dan pengelasan. Bahan utama untuk membuat hand sanitizer sistem pedal injak ini cukup mudah didapatkan, bahan tersebut antara lain hollow galvanis, plat besi, batang besi, spring pegas, mur dan baut. Material yang dipilih adalah material tahan karat, sehingga lebih awet.

“Pengerjaan alat ini dimulai dari persiapan alat dan bahan sampai dengan produk jadi memakan waktu kurang lebih 2 minggu. Adapun alat yang diproduksi adalah sebanyak 4 buah yang mana produk alat tersebut nantinya ditempatkan di beberapa fasilitas umum yang ada di Desa seperti masjid, kantor Balai Desa, dan Sekolah Madrasah,” imbuhnya.

Pengadaan alat hand sanitizer ini disambut positif oleh warga. Menurut salah satu warga, orang-orang lebih senang menggunakan hand sanitizer dari pada mencuci tangan dengan air dan sabun karena lebih praktis dan cukup efektif membunuh kuman dan virus.

“Dengan adanya alat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di Desa Sidorejo untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan handsanitizer ketika di tempat umum”, ungkap Adib. (nov)