Pedagang Kaki Lima Terdampak PPKM Terima Bantuan Paket Sembako

by

KEDUNGWUNI – Baznas Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan paket sembako sebesar Rp. 90,7 Juta untuk para pedagang dan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sedang melakukan isolasi mandiri karena Covid-19.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan paket sembako tersebut kepada perwakilan pedagang kaki lima dan warga Kedungwuni yang terdampak PPKM, pada senin (9/8/2021) di kawasan Gemek Kedungwuni.

Bupati Fadia dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi lembaga Baznas atas terselenggaranya bantuan paket sembako tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan Baznas ini sangat tepat dimana pada masa pandemi ini, para pedagang terutama pedagang kaki lima sangat membutuhkan bantuan sosial. Fadia berharap selain di Kedungwuni, bantuan juga yang diberikan ke tempat lain.

Selain bantuan berupa paket sembako, Baznas juga memberikan bantuan peralatan tim pemakaman covid. “Terimakasih Baznas sampai soal pemakaman juga diperhatikan, ini luar biasa sekali,” ucap Fadia.

Selanjutnya Bupati Fadia juga meminta seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan mendukung dan bersedia divaksin. “Saya minta kalau ada vaksin jangan menghindar, karena vaksin itu penting. Semoga level kita yang saat ini di level 4, bisa cepat turun ke level 3, 2, 1 dan hilang. Saya pesan jaga kesehatan, Ikuti aturan prokes, pakai masker itu wajib, cuci tangan wajib, kerumunan dihindari,” pungkasnya.

Sementara itu Plt Ketua Baznas, KH Mukhosin menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan Baznas Kabupaten Pekalongan adalah berupa bantuan sembako kepada pedagang kaki lima yang terdampak PPKM.

“Setelah kami data, pedagang kaki lima di Gemek ini berjumlah 372 orang. Nanti juga akan kami berikan bantuan kepada warga Kedungwuni yang terdampak covid yang isolasi mandiri berupa bantuan sembako juga berjumlah 1438 orang. Dan untuk program bantuan selain sembako adalah perlengkapan tim pemakaman covid 19 yang berupa peralatan yang nilainya mencapai Rp. 30,8 juta. Totalnya dari sembako dan peralatan tim pemakaman sejumlah Rp. 90,7 juta, ” jelas KH Mukhosin.