Kapolda Sumsel Akui Salah Bikin Gaduh Donasi Rp2 Triliun

by
Keluarga Konglomerat mendiang Akidi Tio dibawa ke Mabes Polda Sumsel untuk dimintai keterangan terkait dana hibah Rp2 triliun yang dijanjikan. (Istimewa)

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri mengakui kesalahannya terkait kegaduhan sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Dia pun menyampaikan permohonan maafnya.

“Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kapolri, Pimpinan di Mabes Polri, anggota Polri, masyarakat Sumsel, tokoh agama dan tokoh adat termasuk Forkompinda Sumsel, Gubernur, Pangdam dan Danrem,” katanya dalam keterangannya, Kamis (5/8).

Dia mengakui dirinya salah karena tak berhati-hati dalam memastikan donasi yang diproyeksikan untuk penanggulangan COVID-19 Sumatera Selatan. Dampaknya hibah Rp2 triliun dari almarhum Akidi Tio yang belum jelas tersebut menimbulkan kegaduhan.

“Kegaduhan yang terjadi dapat dikatakan sebagai kelemahan saya sebagai individu. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf, Ini terjadi akibat ke tidak hati-hatian saya,” akunya.

Kegaduhan dana hibah tersebut bermula saat itu dirinya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy dan dokter keluarga almarhum Akidi Tio, Hardi Darmawan di rumah dinasnya, Jumat (23/7), untuk membicarakan pemberian donasi.

“Saat itu saya sebagai kapolda hanya dipercayakan untuk menyalurkan bantuan ini uangnya diminta untuk dikawal transparansinya saja,” katanya.

Namun karena menaruh kepercayaan terhadap inisiasi kemanusiaan tersebut lantas tidak terlalu mendalami kepastiannya, sebab sudah diyakinkan uang tersebut tinggal diproses pencairannya saja.

Hingga akhirnya sampai saat ini uang tersebut masih belum jelas keberadaannya dan berujung kepelikan bagi kedua belah pihak.

Dijelaskannya, dirinya sama sekali tidak mengenal Heryanti, anak perempuan almarhum Akidi Tio. Dia hanya mengenal ayahnya dan anak sulungnya yang bernama Johan saja.

“Saya hanya kenal dengan Akidi Tio saat di Palembang dan Johan saat saya bertugas di Aceh Timur, sedangkan Heriyanti saya sama sekali tidak kenal dia,” tandasnya.(gw/fin)