Berawal Di-PHK Geluti Hobi, Kini Omzet Anggur Rp 9 Juta/Bulan

by
BUDIDAYA ANGGUR - Selama pandemi Covid-19, Adly Natha (44), warga RT 4 RW 8, Perumahan GSM, Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan meraup cuan dengan serius menggarap hobinya membudidayakan tanaman anggur.

Hingga saat ini ada sekitar 80 jenis bibit anggur dari berbagai dunia yang dibudidayakannya. Di antaranya anggur dari China, Jepang, Ukraina, Perancis, dan India.

“Untuk jenisnya ada anggur jupiter, ninel, baikonur, akademik avidza, trans, Gozv, sharada, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Menurutnya, banyaknya peminat buah anggur, sehingga anggur dijual dengan harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan anggur karena peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

“Sebenarnya menanam anggur ini, seperti menanam tanaman yang lain. Hanya di teknik pembuahan yang berbeda. Saat anggur mau pembuahan itu harus dilakukan pemangkasan. Semua ranting dan daunnya dibuang. Nanti, kalau sudah tumbuh tunas membawa bunga. Jadi kalau tidak ada pemangkasan sulit berbuah,” terang dia.

Untuk panen buah anggur sendiri membutuhkan waktu sekitar 120 hari.

“Dari pemangkasan sampai dipetik secara matang butuh 90-120 hari tergantung jenisnya,” katanya.