Pemkot Rencanakan Ubah Lahan Persawahan Tak Produktif jadi Kawasan Wisata

by
TINJAU - Wakil Wali Kota Salahudin STP bersama tim Bappeda meninjau sawah di Degayu, kemarin.

KOTA – Akibat puluhan tahun terendam rob, banyak lahan produktif seperti sawah di wilayah pesisir ditelantarkan oleh pemiliknya karena sudah tidak bisa diolah lagi. Salah satu area persawahan yang paling terdampak rob adalah di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan yang sudah 10 tahun terendam dan tidak produktif kembali.

Wakil Wali Kota Pekalongan,H Salahudin,STP bersama tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan tinjauan langsung ke lapangan di area lahan persawahan yang terendam rob pada Selasa siang (3/8/2021). Menurut Wawalkot Salahudin, dengan tinjauan langsung ini bisa mengetahui kondisi riil di lapangan dan menentukan langkah serta upaya yang jelas ke depannya melalui kajian dengan instansi terkait untuk pemanfaatan lahan persawahan yang cukup luas dan sudah lama mangkrak ini.

“Kita jadi tahu ada saluran 10 tahun yang rusak di daerah sini, setelah nanti ada gambaran jelas,kita kaji dengan intansi yang terkait yang membidangi apa yang bisa dilakukan untuk memanfaatkan lahan seluas ini,” tuturnya.

Dari tinjauan lapangan tersebut, muncul gagasan untuk memanfaatkan lahan persawahan yang diperkirakan seluas hampir 200 hektar tersebut agar bisa dijadikan kawasan wisata berbasis kegiatan masyarakat untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat. Disampaikan Wawalkot Salahudin, Pemerintah Kota Pekalongan akan membantu memfasilitasi dan memberikan stimulan dalam membangun infrastruktur di area tersebut.

“Tadi ada gagasan untuk membuat wisata berbasis kegiatan masyarakat, pemkot memfasilitasi dan memberi stimulan, dan membuatkan infrastrukturnya, kemudian mungkin nanti masyarakat bisa membuat homestay atau kolam pancingnya di sekitar area ini. Kalau disana sudah ada taman mangrove, disini salurannya bisa diperbaiki dengan anggaran yang sudah ada,kita bikinkan jembatan yang tengahnya bisa dilalui sampan kecil, dan masyarakat di sepanjang jalur itu bisa menikmati kegiatan rekreasi,ada spot foto,sambil menunggu kembalinya keadaan tanah siap ditanami padi kembali,”pungkasnya.(dur)