PPKM Tak Surutkan Niat Menikah

oleh -
AKAD DI BUS - Pasangan pengantin Rahmi Saniya dan Frida Arif Pratama dari Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar melangsungkan akad nikah di dalam bus pariwisata, baru-baru ini. Kedua pasangan pengantin ini sebelumnya sudah melakukan swab antigen dan hasilnya negatif.

Ternyata pada bulan haji ini juga ada pengetatan. Sehingga di bulan Syawal berkurang karena diundur di bulan Dzulhijah, di bulan Dzulhijah ini ada pengetatan ndak bisa mundur lagi jadi tetap melaksanakan di bulan Dzulhijah ini,” kata dia.

Padahal, diakuinya, aturan pelaksanaan nikah di bulan Dzulhijah selama PPKM ini lebih ketat. “Pada awalnya kita masuk level tiga, tapi tadi malam kita masuk level 4,” ujar dia.

Selama PPKM ini, aturan nikah pada level tiga resepsi dibatasi 20 orang, dan tidak boleh makan di tempat. Pada pelaksanaan akad nikah, tandas dia, tidak lebih dari enam orang. Yakni satu orang catin laki-laki, satu catin perempuan, dua orang saksi, satu wali, dan satu petugas dari KUA. Semuanya harus swab antigen. “Mulai tanggal 27 Juli, kita sudah bekerjasama dengan Pemkab Pekalongan Alhamdulillah sudah difasilitasi untuk swab pernikahan gratis di Puskesmas masing-masing. Ini bisa bermanfaat untuk menanggulangi penyebaran Covid 19,” terang dia.

Di bulan Juli awal PPKM diberlakukan, kata dia, sebenarnya ada pembatasan-pembatasan masyarakat yang akan menikah. Orang yang daftar nikah untuk tanggal 3-20 Juli itu by sistem dari pusat tidak diperbolehkan.

“Sehingga hanya boleh dilaksanakan tanggal 21 Juli ke atas. Sudah diblock sistemnya dari pusat,” katanya.