PPKM Tak Surutkan Niat Menikah

oleh -
AKAD DI BUS - Pasangan pengantin Rahmi Saniya dan Frida Arif Pratama dari Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar melangsungkan akad nikah di dalam bus pariwisata, baru-baru ini. Kedua pasangan pengantin ini sebelumnya sudah melakukan swab antigen dan hasilnya negatif.

Dikatakan, pemberlakuan PPKM darurat dimulai pada tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021, diperpanjang PPKM level 3 dari tanggal 21 Juli – 2 Agustus 2021, dan sejak tanggal 3 Agustus hingga 9 Agustus diperpanjang lagi dengan level 4. Menurutnya, data pernikahan selama PPKM di bulan Juli 2021 tercatat ada 1221 pernikahan di Kabupaten Pekalongan.

“Ada 1221 pernikakan untuk bulan Juli, dimana di bulan Juli itu ada 20 hari Dzulhijah. Tanggal 1 Dzulhijahnya mulai 11 Juli. Biasanya kalau sudah masuk Dzulhijah itu ramai (pernikahan) sampai akhir Dzulhijah itu semakin berkurang. Pas ramainya itu biasanya di Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 10, 11, 12, 13, 14 sampai 15 Dzulhijah,” terang dia.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya jumlahnya tak jauh berbeda. “Kita melihatnya data bulan Juli dan Agustus 2020. Juli 2020 hanya 10 hari (kalender Dzulhijah). Pada akhir bulan Juli baru masuk bulan Dzulhijah, yaitu tanggal 20-an. Untuk Agustus tahun kemarin itu 20 hari. Selama bulan Dzulhijah itu dalam 20 hari terakhir sejumlah 1553 pernikahan. Untuk 20 hari bulan Dzulhijah di bulan Juli 2021 ini ada 1221 pernikahan,” ungkap dia.

Disinggung pengaruh pengetatan pernikahan di masa PPKM, ia menyebut ada pengaruhnya, namun tidak signifikan. Pasalnya, pernikahan di bulan Dzulhijah biasanya cenderung lebih sedikit dibandingkan bulan Syawal. Namun, lanjut dia, untuk tahun 2021 ini bulan Syawal jumlah pernikahannya cukup sedikit, karena di bulan Syawal ada pengetatan.

“Jadi masyarakat berpikir kalau menikah di bulan Syawal masih ada pembatasan-pembatasan. Nanti diundur pada bulan haji.