PPKM Tak Surutkan Niat Menikah

by -
AKAD DI BUS - Pasangan pengantin Rahmi Saniya dan Frida Arif Pratama dari Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar melangsungkan akad nikah di dalam bus pariwisata, baru-baru ini. Kedua pasangan pengantin ini sebelumnya sudah melakukan swab antigen dan hasilnya negatif.

*Level 4, Resepsi Ditiadakan
*Catin, Saksi, Wali Wajin Swab Antigen
*Selama Juli, Ada 1221 Pernikahan

KAJEN – Selama PPKM darurat hingga perpanjangan PPKM level 3, pernikahan di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Padahal, selama pemberlakuan PPKM aturan pernikahan lebih diperketat.

Berdasarkan data di Kemenag Kabupaten Pekalongan, selama bulan Juli 2021 atau selama pelaksanaan PPKM tercatat ada 1221 pernikahan di Kota Santri. Pernikahan masih tinggi karena masyarakat biasanya melangsungkan hajatan di bulan Syawal (Idul Fitri), Dzulhijah (Idul Adha), Maulud, Bakda Maulud, dan di bulan Rajab pada kalender hijriah.

Jika dibandingkan pada bulan Dzulhijah tahun 2020 atau sebelum pemberlakuan PPKM, jumlah pernikahan tak jauh berbeda. Selama bulan Dzulhijah 2020 tercatat ada 1553 pernikahan.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Pekalongan, H Muh Irham, Selasa (3/8/2021), mengatakan, untuk tren pernikahan masyarakat Kabupaten Pekalongan itu menggunakan kalender hijriah. Disebutkan, pernikahan itu biasanya banyak dilangsungkan pada bulan Syawal (Idul Fitri), Dzulhijah (Idul Adha), Maulud, Bakda Maulud, dan di bulan Rajab. Pernikahan sepi biasanya terjadi pada bulan Suro.

“Data nikah per bulan naik turun mengikuti hijriahnya bulan apa.

Jumlah kumulatif biasanya dalam satu tahun 8500 sampai 9000 pernikahan,” terang dia.