Primata Dilindungi Terusik

by
REKREKAN MATI - Satu ekor primata dilindungi jenis rekrekan ditemukan mati di pinggir jalan di Petungkriyono, kemarin.

**Tercatat Lima Ekor Primata Mati

PETUNGKRIYONO – Sedikitnya ada lima ekor primata dilindungi yang berada di kawasan hutan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan mati. Yakni tiga ekor lutung Jawa (Trachypithecus auratus), 1 ekor owa Jawa (Hylobates moloch), dan satu ekor rekrekan (Presbytis fredericae).

Kelima ekor primata dilindungi dan langka di dunia ini mati dalam kurun akhir tahun 2020 hingga awal Agustus 2021 ini. Satu ekor rekrekan ditemukan warga mati di pinggir jalan, tepatnya sekitar 200 meter dari Welo. Diduga, rekrekan ini mati kesetrum jaringan listrik PLN yang menembus jalur pegunungan tersebut.

“Diduga mati karena kesetrum kabel PLN. Karena ditemukan di bawah palting (tiang) listrik,” terang Rojiin, warga Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, kemarin.

Pegiat lingkungan dari Swara Owa, Wawan, dihubungi kemarin, membenarkan ada satu ekor rekrekan mati akibat kesetrum kabel listrik PLN. Pada akhir tahun 2020, sedikitnya sudah ada tiga ekor lutung mati kesetrum. Di tahun 2021,lanjut dia, sudah ada dua primata dilindungi mati lagi, yakni 1 ekor owa dan kemarin 1 ekor rekrekan.

“Total sudah ada tiga ekor lutung, satu rekrekan, dan satu ekor owa yang mati kesetrum,” terang dia.

Dikatakan, jaringan listrik PLN kabelnya terbuka sehingga bisa nyentrum satwa yang melintasinya. Apalagi, jaringan PLN itu berada di jalur lintasan satwa. Sehingga seharusnya butuh sesuatu yang berbeda dengan bukan kawasan hutan.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik di kawasan hutan seharusnya ramah satwa, apalagi Hutan Petungkriyono itu habitat satwa langka dan dilindungi.