Eko Ahmadi Tegaskan Mundur dari KONI Kabupaten Pekalongan karena Intrik Politik

by

Mantan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi menyatakan dan menegaskan bahwa dirinya belum pernah menuliskan surat pengunduran diri secara resmi dan mundur karena adanya intrik politik.

“Itu saya nyatakan mundur lewat WA di group KONI Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

Kondisinya sendiri sebagian dari pengurus adalah bagian dari tim sukses pilkada Kabupaten Pekalongan yang ingin mendapatkan politik balas budi dari Bupati terpilih.

“Kondisinya di dalam KONI sudah tidak sehat, dan mereka inginkan jabatan Ketua KONI, maka demi atlet dan pelatih yang akan jadi korban akibat kebijakan politik maka saya lebih baik mundur,” ujarnya.

Eko menuturkan, akibat intrik politik tersebut anggaran KONI Kabupaten Pekalongan hanya sebesar Rp. 200 juta saja untuk tahun ini dan ada beberapa cuitan di medsos yang menganggap KONI Kab. Pekalongan tidak berkegiatan.

“Padahal KONI tidak ada kegiatan selain aturan dari Pemerintah sendiri juga karena keterbatasan anggaran dan kita (KONI) itu adalah pembantu pemerintah daerah. Namun jika tidak dianggap membantu pemerintah maka sebaiknya saya mundur dari KONI,” tukasnya.

Harapan saya dengan saya mundur dari KONI, pemerintah bisa serius menganggap KONI sebagai pembantu mereka dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga, tidak berubah disaat politik berubah.

“Apa yang sudah kami lakukan bisa dilanjutkan untuk peningkatan prestasi olahraga dan peningkatan kesejahteraan atlet dan pelatih.
Aturan Perda tentang Keolahragaan yang kami rintis bisa dijadikan aturan main bersama untuk olahraga Prestasi di Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.