BDR Harus Jadi Ajang Kreativitas Anak

by
BELAJAR - Keseruan siswa saat belajar secara daring di rumah.

KOTA – Adanya pandemi covid-19 mengakibatkan aktivitas pembelajaran secara tatap muka beralih menjadi sistem daring atau biasa disebut dengan belajar dari rumah (BDR). Sehingga, pengembangan metode pembelajaran menuntut para pendidik atau guru untuk terus kreatif dan inovatif, terlebih pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Salah satunya dengan mengembangkan metode pembelajaran berbasis aktivitas anak.

Hal ini disampaikan oleh Kepala bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dindik Kota Pekalongan, Unang Suharyogi SPd MM saat ditemui di Kantor Dindik setempat, Jukat (30/7/2021). Ia menjelaskan bahwa metode tersebut bisa digunakan untuk menciptakan kegiatan BDR yang menyenangkan sekaligus meminimalisir rasa jenuh siswa.

“Metode ini bisa memanfaatkan kegiatan anak sehari-hari seperti merawat tanaman hias, berolahraga, maupun menggambar. Kami meminta para pendidik paling tidak mengembangkan satu media yang menyenangkan, sehingga tidak selalu bahan materi yang disampaikan secara tekstual. Namun bisa dengan menggali sumber informasi media pembelajaran yang ada di lingkungan rumah anak, sehingga anak tidak perlu keluar rumah,” terangnya.

Ia menambahkan, media pembelajaran yang diberikan pendidik kepada siswa harus mudah dipahami, menyenangkan, dan anak dapat tetap fokus pada tujuan pembelajaran yang diberikan. Lanjutnya, peran orangtua juga penting dalam mendukung pembelajaran anak. Orangtua harus mendampingi, mengawasi, dan menjelaskan kembali materi yang disampaikan oleh para pendidik secara daring (online).

“Kami apresiasi para orangtua yang juga turut aktif dalam memberikan pendampingan pada anak. Jangan sampai anak dilepas begitu saja, terlebih pada saat menggunakan gawai (ponsel). Waktu menggunakan gawai harus dibatasi, diberi batasan waktu kapan melakukan pembelajaran secara daring maupun mengenal lingkungan sekitar atau bersosialisasi,” kata Unang.(mal)