Ciptakan BDR Menyenangkan

by
DOK - Keseruan siswa saat melakukan BDR dengan antusias.

KOTA – Pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia praktis membuat banyak aktivitas tidak bisa berjalan normal atau bahkan terhenti, termasuk di sekolah. Di Kota Pekalongan, kegiatan pembelajaran terpaksa harus dilakukan dari rumah sejak awal bulan tahun Maret lalu, meskipun sempat penunjukan uji sekolah tatap muka namun saat ini sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauhuh (PJJ) yang dilakukan secara online. Tugas-tugas diberikan secara online menggunakan beragam aplikasi yang tersedia, sehingga baik sekolah, guru, maupun siswa dituntut harus siap melakukan PJJ.

Ketua Tim Penerapan PJJ Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan, Ahmad Husni saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (27/7/2021) menyampaikan bahwa Dindik sudah melakukan sejumlah upaya untuk menciptakan PJJ yang menyenangkan dan dapat diakses oleh guru dan siswa, salah satunya bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) setempat menciptakan inovasi PJJ melalui media TV dan Radio, melakukan pendataan sekolah, guru, dan siswa yang siap melakukan PJJ, serta memberikan pelatihan PJJ kepada 1.032 guru.

“Kami tidak lepas tangan dan berpasrah diri apalagi membiarkan. Awal Maret, kami melakukan pendataan sekolah, guru dan siswa mana saja yang siap baik sarana dan prasarana, akses internet, dan kesiapan individu. Kami tawarkan tiga model pembelajaran baik daring (online), luring, maupun kombinasi yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Kami selalu lakukan evaluasi untuk mendapatkan PJJ yang sesuai,” ungkap Husni.

Lanjutnya, pihaknya juga membuat Tim Penerapan PJJ yang bertugas untuk melakukan evaluasi terhadap model PJJ yang digunakan sekolah, hasil evaluasi digunakan untuk membuat instrument yang digunakan kepala sekolah sebagai pedoman untuk memetakan model pembelajaran yang sesuai.

“Kami bekerjasama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) sudah membuat materi atau bahan ajar yang sesuai PJJ, karena ini kewajiban kami untuk memberikan hak pendidikan kepada siswa. Para guru tidak kenal lelah untuk meningkatkan kapasitas diri belajar IT dan membuat bahan ajar secara digital, ini betul-betul persembahan guru untuk pendidikan di Kota Pekalongan di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. (mal)