DPRD Minta Insentif Nakes Dibayarkan

by
RAPAT KERJA - Komisi C menggelar rapat kerja bersama Sekda Kota Pekalongan dan jajaran pimpinan OPD terkait.

*Pemkot Pastikan Segera Lakukan Pembayaran
*Anggaran Tersedia Sekitar Rp 10 Miliar

KOTA – DPRD Kota Pekalongan meminta Pemkot segera membayar insentif bagi tenaga kesehatan di Kota Pekalongan yang bertugas dalam penanganan Covid-19. Seperti diketahui, insentif bagi tenaga kesehatan belum dibayarkan sejak awal tahun setelah kewajiban pembayaran dilimpahkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

“Untuk insentif nakes, mohon segera diberikan. Karena dari Mendagri sudah ada instruksi bahkan ada ancaman sanksi pencopotan bagi kepala daerah,” tutur Anggota Komisi C, M Bowo Leksono dalam rapat kerja Komisi C bersama Sekda dan jajaran pimpinan OPD terkait, kemarin.

Wakil Ketua DPRD, Edy Supriyanto juga meminta agar Pemkot mengantisipasi kekurangan jumlah nakes baik di puskesmas maupun rumah sakit. Sebab perkembangan beberapa waktu terakhir, banyak nakes di Puskesmas yang terpapar Covid-19 sehingga jumlah tenaga untuk pelayanan berkurang.

“Mohon untuk Pemkot mengantisipasi kondisi tersebut untuk mempersiapkan perekrutan tenaga kesehatan yang akan membantu di puskesmas maupun rumah sakit,” kata Edy.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih memastikan bahwa Pemkot sudah menyiapkan pembayaran insentif tersebut. Saat ini proses pembayaran sudah masuk tahap input di Inspektorat.

“Insentif nakes sebelumnya memang tidak menjadi pemikiran karena dulu menjadi kewenangan pusat. Tapi sejak 2021 dilimpahkan ke daerah dan bahkan ada tunggakan November dan Desember tahun 2020 yang belum dibayarkan oleh pusat dan ditanggung oleh Pemda. Untuk November-Desember tahun 2020 sudah kami bayarkan semuanya. Untuk tahun 2021 kami sudah siapkan dan akan segera dibayarkan,” jelas Sekda.