Minimalisir Covid-19, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Penyemprotan Desinfektan

oleh -
SEMPROT - Mahasiswa KKN Undip saat menyemprot rumah salah satu warga dengan desinfektan. Istimewa

BATANG – Per Juli 2021, angka kasus. Covid-19 di Indonesia telah menembuh lebih dari 2 Juta kasus. Oleh karenanya, mahasiswa tim II KKN Undip Semarang tahun 2021 terjun langsung dalam penangan Covid-19. Salah satunya seperti yang dilakukan mahasiswa Undip asal Batang, Muhammad Abdurrahman Saleh asal Batang.

Lewat program KKN Pulang Kampung, Abdur mengupayakan meminimalisir penyebaran COVID-19 dengan mengadakan kegiatan penyemprotan disinfektan bersama warga RT 11 RW 03, Desa Sidorejo, Warungasem, Batang. Penyemprotan desinfektan ini berbahan dasar air, cuka dan essential oil. Tak hanya melakukan penyemprotan, ia juga turut memberikan bantuan alat Semprot desinfektan manual untuk dimanfaatkan warga.

“Penggunaan disinfektan ini dapat menjadi upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 khususnya bagi warga RT 11 RW 03, Desa Sidorejo. Hal ini dikarenakan di dalam disinfektan sendiri mengandung senyawa Eucalyptus dan Citronella yang terdapat dalam essential oil yang sesuai rekomendasi LIPI berfungsi sebagai disinfektan dimana telah terbukti memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri, kuman, maupun virus,” imbuh Abdur saat diwawancarai, Minggu (25/7/2021).

Guna mengembangkan program kerja tersebut untuk masyarakat, pihaknya terlebih dulu melakukan pendalaman studi pustaka (literatur) dalam menciptakan disinfektan menggunakan bahan sederhana. Lalu dilanjutkan dengan pembuatan disinfektan menggunakan bahan sederhana. serta melakukan penyuluhan terhadap pentingnya menerapkan protokol kesehatan dari tingkatan yang paling dasar dalam menghadapi kondisi pandemi COVID-19.

Abdur menyebut upaya pencegahan berupa penyemprotan disinfektan ini perlu dilakukan dan kepada warga RT 11 RW 03, Desa Sidorejo karena banyak dari mereka yang masih tidak menerapkan protokol kesehatan demi mencegah persebaran COVID-19 di RT 11 RW 03, Desa Sidorejo, salah satunya ialah kurangnya kesadaran terhadap barang atau benda dibawa dari luar rumah, dimana salah satu media penyebaran COVID-19 adalah melalui droplet dari pengidap pada benda-benda yang terkena droplet tersebut.

Selain itu, salah satu langkah pencegahan penularan COVID-19 terhadap benda-benda yang dibawa tersebut dapat dilakukan dengan cara penyemprotan disinfektan pada benda yang di bawa dari luar rumah, sehingga droplet yang kemungkinan menempel pada benda tersebut akan mati terkena semprotan cairan disinfektan tersebut.

“Desinfektan yang digunakan untuk penyemprotan kali ini adalah desinfektan yang ramah lingkungan dan manusia, dikarenakan menggunakan bahn-bahan alami yang tidak menimbulkan bau menyengat, serta berharap dapat diterapkan ke masyarakat agar tidak menggunakan bahan kimia untuk dijadikan cairan desinfektan.” pungkas mahasiswa Sekolah Vokasi Jurusan D-4 Rekayasa Perancangan Mekanik ini.

Salah satu warga, Asmuni mengaku senang dengan adanya edukasi dan penyemprotan desinfektan yang dilakukan mahasiswa Undip. Program ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal untuk membentengi warga dalam pertahanan mereka melawan pandemi COVID-19.

“Harapannya melalui program pencegahan COVID-19 melalui pembuatan disinfektan ini dan pemberian alat penyemprot ini, para warga disini dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga dapat mengurangi jumlah penambahan virus COVID-19 khususnya di wilayah RT 11 RW 03, Desa Sidorejo,” ujar Asmuni. (nov)