Dokter Bondowoso Klaim Temukan Ramuan Organik Obat Covid-19

by
dr Indra Kusuma menjelaskan penemuannya ramuan probiotik organik yang diklaim bisa menggantikan disinfektan kimia dan menyembuhkan pasien terpapar Covid-19. (Foto: Guido Saphan/Ngopibareng.id)

Dokter asal Bondowoso Jawa Timur ini mengklaim menemukan ramuan probiotik organik yang bisa menggantikan disinfektan kimia pembasmi virus corona.

Bahkan, menurut dokter tersebut temuannya itu bisa untuk mengobati pasien Covid-19. Ia juga mengaku telah membuktikan ramuannya itu kepada beberapa pasien terpapar Covid-19 sembuh setelah mengonsumsi probiotik organik ini.

Dokter yang mengenalkan ramuan probiotik organik untuk membasmi virus corona dan mengobati pasien terpapar Covid-19 adalah dr. Indra Kusuma.

Dokter yang tinggal di Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Bondowoso ini mengatakan, awal penemuan ramuan ini karena prihatin dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Tape.

Selain itu, penyemprotan menggunakan cairan disinfektan kimia, jumlah kasus Covid-19 belum menunjukan penurunan signifikan.

”Dari situ saya berpikir penyemprotan cairan disinfektan kimia tidak efektif. Itu dibuktikan dengan penyebaran virus corona masih banyak. Sehingga, saya berinisiatif untuk membuat ramuan probiotik organik dengan bahan-bahan organik yang tersedia di Bondowoso sebagai pengganti disinfektan kimia,” katanya kepada Ngopibareng.id, Jumat 23 Juli 2021.

Begitu penemuan sudah jadi, kata Indra Kusuma, langsung dicoba untuk penyemprotan di berbagai titik. Hasilnya, jumlah kasus Covid-19 di titik-titik yang disemprot cairan ramuan probiotik organik berkurang, bahkan tidak ada.

”Ramuan probiotik oragnik, ini bisa juga dikonsumsi oleh pasien positif Covid-19. Karena, terbukti sudah beberapa orang bisa negatif,” katanya.

Pembuatannya sendiri, jelas Indra Kusuma, membutuhkan waktu kurang lebih tiga pekan untuk fermentasi bahan-bahan organik yang dicampurkan. Selesai proses fermentasi probiotik organik, baru bisa diaplikasikan, untuk disinfektan organik dan dikonsumsi manusia.

”Bahan-bahan pembuatan mudah didapat dan tersedia di Bondowoso. Seperti kentang, air kelapa, nanas, tape, dedak katul, daging sapi, dan bahan lainnya. Semua bahan ini dicampur dan difermentasikan,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut Indra Kusuma, masyarakat belum bisa memakai sembarangan. Mengingat, ada takaran khusus di setiap bahan yang dibutuhkan dan ada beberapa bahan khusus untuk fermentasi.

”Tapi, masyarakat yang ingin mendapatkan ramuan probiotik organik ini langsung datang ke rumah saya. Khusus Bondowoso saya berikan gratis dalam rangka membantu Pemkab Bondowoso menekan angka kasus Covid-19,” katanya.

Sementara dr Rasmono rekan kerja dr Indra Kusuma menambahkan, pengaplikasikan penemuan ramuan probiotik organik kepada pasien Covid-19 dengan menyesuaikan kondisi pasien. Yakni, pasien Covid-19 dengan kondisi penularan ringan, sedang, atau berat berbeda cara mengonsumsinya.

”Untuk derajat ringan kita gunakan satu sendok makan dan sedang dua sendok makan dalam air hangat 20 mililiter, bisa ditambah madu atau gula dan diminum tiga kali dalam sehari. Dalam waktu dua hingga tiga hari sudah bisa dilihat perubahannya,” katanya. (ngopibareng)