Kejar Target 600 Tes Swab Per Hari

by
TES SWAB - Warga yang terjaring operasi di hari pertama perpanjangan PPKM Darurat menjalani tes swab Antigen di kawasan Monumen Juang 45 Kota Pekalongan, Rabu (21/7/2021) malam.

*) Meningkatnya Kepatuhan Masyarakat

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf juga mengungkapkan adanya PPKM membuat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan meningkat. Dibuktikan dengan hasil pantauan di lapangan, jumlah yang melanggar aturan PPKM menurun. Harapannya, hal itu juga akan menurunkan angka penularan Covid-19 di Kota Pekalongan.

“Ini tadi ada 39 orang warga yang melanggar PPKM, lebih dari jam 9 malam masih beraktivitas di warung, kedai kopi dan sebagainya. Mereka kemudian kita bawa ke pos terpusat di monumen, kemudian kita tes swab Antigen. Alhamdulillah semuanya nonreaktif. Ini mudah-mudahan sebagai pertanda bahwa kasus Covid-19 di Kota Pekalongan menurun,” ungkapnya.

Aaf menyampaikan pula berdasar statistik, jumlah pasien Covid yang dirawat di RSUD Bendan juga sudah menurun, demikian pula jumlah yang meninggal dunia. Meski demikian dia menegaskan semuanya harus tetap waspada karena pada kenyataannya ruang rawat inap di semua RS masih full.

“Adanya di IGD. Untuk kamar isolasi semuanya masih full. Ini yang harus kita waspadai. Mudah-mudahan selama PPKM ini dan ke depannya jumlah pasien maupun kematian bisa menurun semua,” imbuhnya.

Wali Kota juga mengakui di hari pertama perpanjangan PPKM Darurat tersebut masih ada warga yang tidak patuh terhadap aturan PPKM dan tidak disiplin protokol kesehatan. Dia berharap ke depannya hal itu tidak lagi terjadi. “Harapannya mulai besok warga sydah betul-betul patuh. Dengan disiplin protokol kesehatan terbukti bisa menurunkan angka penularan Covid. Mudah-mudahan Kota Pekalongan yang sempat masuk zona hitam dan zona mirah, ke depannya turun ke zona orange dan kuning. Kesadaran dari warga sangat mutlak agar terjadi penurunan angka Covid-19 di Kota Pekalongan,” katanya.

“Kita saat ini masih berstatus zona merah. Catatan di pusat, mobilitas di Kota Pekalongan masih tinggi. Semuanya itu terpantau melalui satelit oleh Pusat. Saat ini kita masih terus berupaya mengurangi mobilitas dan kerumunan. Jika angka mobilitas dan kerumunan masih tinggi, berpotensi menambah angka positif di Kota Pekalongan,” lanjut Wali Kota Afzan. (way)