Harga Gabah Anjlok, Petani Terpuruk

by
SIAP PANEN - Hamparan sawah yang siap panen di Kajen. Di beberapa desa, harga gabah saat ini anjlok.

**Satu Kuintal Gabah Hanya Rp 290 Ribu

KARANGANYAR – Harga gabah di tingkat petani anjlok. Satu kuintal gabah hanya ditebas oleh tengkulak senilai Rp 280 ribu hingga Rp 290 ribu. Harga gabah di sawah normalnya bisa di atas Rp 350 ribu. Anjloknya harga gabah menambah beban hidup petani kecil bertambah berat. Apalagi pandemi tak juga usai. Kian menambah terpuruknya perekonomian petani kecil di desa.

Djasmani (55), petani dari Dukuh Pungangan, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kamis (22/7/2021), mengatakan, ia menggarap sawah seluas 3500 meter persegi. Ia menanam padi jenis IR 32. Pada saat panen, lanjut dia, harga gabah di sawah dinilai tengkulak Rp 290 ribu perkuintal. Padahal harga normal bisa di atas Rp 350 ribu perkuintal.

“Kondisi padi saya lumayan bagus. Bisa panen 2 ton. Jadi saya dapat uang Rp 5,8 juta saat panenan kemarin,” kata dia.

Disebutkan, total biaya produksi yang ia keluarkan sekitar Rp 4.695.000. Dengan rincian, biaya bibit IR 32 satu kantong Rp 65 ribu. Ia membutuhkan tiga kantong bibit. Sehingga biaya bibit Rp 195 ribu.

Untuk biaya pengolahan lahan, pupuk, obat-obatan, sewa traktor, dan tenaga kerja diperkirakan sekitar Rp 3.750.000. Biaya makan pekerja Rp 750 ribu. Sehingga dalam kurun waktu empat bulan masa panen padi, ia hanya mendapatkan untung sekitar Rp 1,1 juta, atau sebulan hanya memperoleh keuntungan Rp 275 ribu.