Pemusnah Limbah Medis Tanpa Asap

by
PEMUSNAH - Di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap kini terdapat alat pemusnah limbah medis tanpa asap.

KAJEN – Di tengah Pandemi Covid-19, pasien Rumah Sakit terus meningkat. Dampaknya limbah medis dipastikan bertambah. Guna mengantisipasi membludaknya limbah medis di Kabupaten Pekalongan, kini ada tempat pemusnahan limbah medis ramah lingkungan. Adapun prosesnya tak membuang asap ke udara. Abu sisa pembakaran (residu) bisa diolah jadi batako, paving, dan material talut. Tempat pemusnahan limbah medis itu terletak di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap.

Insinerator pemusnah limbah medis itu dirancang oleh Syamsul Abbas Ras (63). Ia mengklaim, hasil modifikasinya itu bisa jadi pertama di Indonesia.

“Insinerator ini kami datangkan dari Tiongkok. Tapi saya modifikasi agar cerobong asap tak menjulang ke udara,” katanya.

Tinggi mesin itu hanya kira-kira empat meter. Tak ada satu bagian pun, termasuk cerobong, yang keluar dari ruangan. Cerobong didesain horisontal lalu belok ke bawah. Biar tidak menimbulkan polusi.

Kemudian di salah satu sudut, ada tabung air. Asap hasil pembakaran insinerator itu akan mengarah ke tabung itu. Lalu berproses menjadi uap air. Sementara abu sisa pembakaran (residu) disimpan di tabung lain dan langsung diolah menjadi batako, paving, dan material talut. Kemarin Abbas juga menunjukan sampel batako hasil olahan itu.