Kebutuhan Plasma Konvalesen Meningkat

by
TINJAU UTD PMI - Bupati Fadia Arafiq didampingi Kadinkes Setiawan Dwiantoro meninjau UTD PMI Kabupaten Pekalongan di Karanganyar, kemarin siang.

*Petugas PMI Harus Bolak-balik ke UTD Banyumas
*Stok Darah Juga Menurun

KARANGANYAR – Di tengah lonjakan kasus Covid-19, kebutuhan plasma konvalensen meningkat. Butuh kerja keras untuk mendapatkan plasma konvalensen karena petugas harus bolak-balik ke UTD Banyumas. Sebab, alat averesis di UTD PMI Kabupaten Pekalongan belum bisa difungsikan.

Di Jawa Tengah sendiri hanya ada tiga UTD yang memiliki alat averesis. Yakni di UTD Banyumas, Semarang, dan Surakarta. UTD PMI Kabupaten Pekalongan punya alat ini, namun belum diserahterimakan dari pemda dan beberapa alat fundamen lainnya masih dilengkapi. Jika sudah berfungsi, UTD PMI Kabupaten Pekalongan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan plasma konvalensen di wilayah Pantura barat Jateng.

“Stok darah kita mulai menurun. Khususnya untuk golongan darah A kita hanya sampai dua hari ke depan. Yang lain kita masih aman,” terang Kepala UTD PMI Kabupaten Pekalongan, dr Suryadi, ditemui usai kunjungan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di UTD PMI setempat di Karangsari, Rabu (21/7/2021) siang.

Untuk plasma konvalensen, lanjut dia, UTD PMI Kabupaten Pekalongan saat ini bekerjasama dengan UTD Banyumas. Jika ada calon pendonor, diskrining di UTD PMI Kabupaten Pekalongan baru diantar ke UTD Banyumas untuk diambil plasmanya.

“Plasma itu disimpan sebagai milik Kabupaten Pekalongan di UTD Banyumas,” terang dia.

Suryadi mengatakan, kebutuhan konvalesen saat ini meningkat. Bahkan di UTD Banyumas antara kebutuhan dan antrean itu tinggi antrean. “Jadi antrean yang butuh itu cukup tinggi,” kata dia.