Mahasiswa KKN TIM II UNDIP di Batang Berbagi Tips Strategi Bisnis kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 melalui Budidaya Tanaman

by
EDUKASI - Mahasiwa yang tergabung dalam Tim KKN II UNDIP memberikan edukasi dan sosialisasi budidaya tanaman hortikultura kepada warga di Desa Kalisalak, Kabupaten Batang, belum lama ini. Istimewa

BATANG – Pandemi Covid-19 di Indonesia membawa dampak buruk bagi berbagai sektor, utamanya sektor ekonomi, baik yang skala besar maupun kecil. Salah satu yang sangat merasakan dampak adalah kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ditambah lagi adanya kebijakan pemerintah berupa PPKM Darurat serta gerakan #Dirumahsaja yang bertujuan untuk mencegah semakin meluasnya penularan Covid-19. Di saat yang sama, berbagai upaya dilakukan agar ekonomi masyarakat tetap berjalan bahkan bisa bangkit dengan menyesuaikan keadaan selama pandemi melalui gerakan “New Normal”.

Hal inilah yang mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Batang yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerahnya sendiri untuk memberikan sumbangsih ke masyarakat setempat.

Sebagaimana yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam KKN Tim II UNDIP di Desa Kalisalak, Kabupaten Batang, belum lama ini. Mereka berbagi tips strategi bisnis kepada masyarakat terdampak Covid-19 melalui budidaya tanaman hortikultura.

“Program nyata yang diberikan yaitu pemberian edukasi tentang tips and trik strategi bisnis di masa New Normal melalui budidaya tanaman dengan hortikultura yaitu bentuk tanaman sayur yang mudah ditemui di lingkungan dekat rumah,” ungkap Dian Ratih Tujiyanti, mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis sekaligus selaku Koordinator Tim KKN II UNDIP, Selasa (20/7/2021).

Edukasi yang dikemas dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi ini ditujukan kepada Ibu-ibu PKK RT 4 Desa Kalisalak, dan diikuti 25 orang.

Kegiatan dilakukan dengan dua cara. Pertama, secara tatap muka dengan beberapa warga di RT 4 dengan memberikan media tanam untuk masing-masing rumah warga Desa Kalisalak RT 4.

Sedangkan cara yang ke dua, bersosialisasi bersama ibu-ibu PKK RT 4 secara daring (online) melalui WA Grup untuk pemberian materi, diskusi tanya jawab dan tutorial menanamnya. “Praktik menanam dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari kerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak,” ujarnya.

Ditambahkan Dian, dipilihnya tanaman hortikultura karena mudah ditanam dan masa panen yang tidak lama. “Budidaya tanaman ini bisa dijadikan bisnis dengan langsung dijual untuk menambah pendapatan keluarga, atau bisa dikonsumsi sendiri sehingga bisa menghemat pengeluaran,” bebernya.

Di luar sisi bisnis, budidaya tanaman tersebut bisa dijadikan hobi baru bagi warga dan bisa mengisi waktu luang selama masa PPKM ini. “Warga antusias terhadap pelaksanaan sosialisasi dan merasa terbantu karena dapat membantu mengatasi keresahan warga akibat PPKM saat ini,” lanjut Dian.

Dengan adanya sosialisasi dan diskusi ini, mereka berharap dapat membantu kesulitan yang dihadapi oleh warga yang terdampak pandemi sehingga bisa ditemukan solusi bersama.

“Sosialisasi tersebut bertujuan agar warga dapat memahami dan dapat menerapkannya pada saat keadaan PPKM Darurat seperti sekarang akibat pandemi Covid-19 dan bisa meneruskan bisnis di era New Normal,” pungkas Dian. (way)