Yuk Minimalisir Plastik Saat Pembagian Kurban

by
LEBIH ALAMI - Salah satu penyembelihan kambing di Batang yang menggunakan daun pisang.

BATANG – Meski di tengah pandemi, perayaan Idul Adha dengan memotong hewan kurban sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Momen Idul Adha juga tak luput dari peningkatan volume sampah, terutama plastik. Hal ini lantaran banyaknya warga yang menggunakan plastik untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan.

Mengantisipasi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan plastik dalam pengemasan daging kurban.

“Ya harapanya penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban bisa ditekan. Apalagi sampah plastik di Indonesia merupakan yang terbanyak kedua setelah di Cina. Warga bisa menggunakan daun pisang, kardus, bawa tempat sendiri dari rumah atau lainnya. Hal ini juga sesuai dengan yang diimbau oleh Gubernur Ganjar dan Kepala DLH Prov Jateng,” pesan Kepala DLH Batang, A Handy Hakim, Selasa (20/7/2021).

Ia berharap masyarakat bisa menggunakan alternatif lain untuk membungkus daging kurban dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Seperti pengguna daun pisang, dedaunan lain, ataupun wadah semacam besek.

Menurut Handy, penggunaan wadah atau bungkus alternatif ini juga bisa mendukung ekonomi masyarakat. Terutama masyarakat pengrajin besek, ataupun masyarakat yang menjual daun pisang dan lainnya.

“Kami apresiasi kesadaran masyarakat yang berinisiatif untuk beralih menggunakan bahan ramah lingkungan, seperti penggunaan plastik yang terbuat dari singkong, ini mudah terurai. Ini belum banyak diketahui masyarakat dan dunia usaha. Padahal, cara ini sebagai pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal, seperti pengunaan besek/daun jati/daun pisang dan lainnya yang ramah lingkungan,” pungkasnya. (nov)