Penjualan Arang dan Tusuk Sate Sepi

by
SEPI - Lebaran kurban kurang sehari, penjual arang dan tusuk sate di Pasar Kendal terlihat sepi.

KENDAL – Sehari menjelang Hari Raya Idul Adha, Senin (19/7/2021), penjualan arang dan tusuk sate di Pasar Kendal terpantau sepi. Akibatnya, stok dua barang yang biasanya ramai saat Idul Adha itu pun masih menumpuk di lapak jualannya.

Pedagang di Pasar Kendal, Wartiyah mengatakan, saat ini baru terjual sekitar 30 bungkus arang, padahal sudah menyetok lebih dari 100 bungkus. Demikian pula tusuk sate dan tempat pembakar sate juga masih menumpuk. “Penjualannya belum ramai, ini masih banyak, lebih ramai sebelum ada pandemi,” tuturnya.

Untuk harga arang maupun tusuk sate naik sekitar Rp 500 sampai Rp 1000. Harga arang yang biasanya Rp 2.500, naik menjadi Rp 3.000 per bungkus. Sedangkan harga tempat bakar sate yang semula Rp 12.500, naik menjadi Rp 13.500. Untuk harga tusuk sate Rp 8.000 isi 200 biji. “Namun yang isi 50 biji harganya Rp 2.500,” ungkapnya.

Sementara itu, bahan-bahan pendukung sate, seperti tomat, bawang merah dan cabe rawit merah mengalami kenaikan yang lumayan. Jumanah, pedagang di Pasar Kendal mangataakan, untuk harga tomat yang semula Rp 15 ribu, naik menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Harga bawang merah yang semula Rp 29 ribu, naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Cabe rawit merah yang semula di bawah Rp 40 ribu per kilogram, sekarang Rp 46 ribu per kilogram. Demikian pula harga selada, yang semula Rp 13 ribu, sekarang Rp 20 ribu per kilogram. “Naik karena mau hari raya kurban,” imbuhnya.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, penyembelihan hewan kurban dilakukan H +1 atau tanggal 11 Dzulhijah 1442 H. Hal ini mendasarkan pada anjuran pemerintah karena adanya penerapan PPKM Darurat. (lid)