Anggota DPRD Kota Pekalongan Jadi Relawan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

by
MEMBANTU - Anggota DPRD Kota Pekalongan, Fauzi Umar Lahji (tengah) saat ikut dalam pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kompleks Makam Sapuro.

Tekadnya semakin kuat karena dia sudah merasakan sendiri bagaimana kehilangan anggota keluarga karena Covid-19. Pamannya, Profesor Abu Bakar Lahji, guru besar di Universitas Mulawarman Samarinda, meninggal karena Covid-19. Dari sana, dia merasa harus ikut menjadi bagian dari upaya bersama dalam penanganan pandemi ini.

Ditanya terkait teknis pemakaman, Fauzi mengaku tak masalah. Memang, seluruh tim sudah dibekali pelatihan khusus karena pemakaman jenazah pasien Covid-19 berbeda dengan jenazah biasa. Saat bergabung, Fauzi mengaku langsung meminta arahan dari koordinator tim bagaimana teknis pemakaman. “Tidak masalah. Apa yang harus dilakukan saya lakukan. Yang penting bagaimana protokolnya saya ikuti. Saya memang tidak terlatih, tapi setidaknya kehadiran saya bisa meringankan teman-teman. Ibaratnya, kalau dalam satu kali pemakaman ada 100 hingga 150 kali cangkulan, saya bisa membantu meringankan 10 atau 20 kali cangkulan,” tuturnya.

Selama bergabung, dia mendapatkan banyak pengalaman. Dia turut merasakan bagaimana tim pemakaman berjuang setiap harinya karena kasus kematian yang terus meningkat. Dia juga melihat dari dekat bagaimana Covid-19 ini nyata dan berbahaya. “Paling banyak saya ikut memakamkan tujuh jenazah dalam satu hari. Baru istirahat, sudah bersiap lagi. Baru melepas hazmat, sudah berangkat lagi. Ini yang dialami teman-teman setiap harinya. Bekerja menggunakan baju hazmat juga bukan hal yang mudah. Saya merasakan sendiri. Dari sini saya semakin sadar bahwa pandemi ini harus diakhiri dengan upaya bersama,” tegasnya serius.

Dari jalur politik, Fauzi ikut merumuskan dan menyampaikan berbagai masukan terkait penanganan Covid-19 di Kota Pekalongan bersama wali kota dan jajaran eksekutif. Di lapangan, dia menyumbangkan tenaga untuk meringankan beban tim pemakaman Covid-19. Fauzi mengaku, apa yang diperbuatnya tak seberapa. Bahkan teramat kecil untuk memberi pengaruh besar dalam penanganan Covid-19. Namun dia memastikan akan terus berada dalam bagian dan upaya bersama menangani Covid-19.

Sampai kapan dia akan menjadi relawan tim pemakaman? Fauzi menegaskan akan terus membantu selama dibutuhkan. Setidaknya, sampai kasus kematian kembali berkurang dan Covid-19 mulai terkendali di Kota Pekalongan.

Di kejauhan, seluruh anggota tim pemakaman sudah bersiap meninggalkan lekasi pemakaman. Dia mengacungkan jempol sebagai tanda siap menyusul. Setelah ucapan terima kasih, dia bergegas menuju mobil yang mengangkut tim.(*)