Bupati Jemput Warga Positif Covid-19 untuk Diajak Jalani Isolasi Terpusat

by
Bupati (apd merah) mencoba meyakinkan warga yang tengah jalani Isoman di rumah agar bersedia pindah ke wisma atlet.

BATANG – Langkah berani dilakukan oleh Bupati Batang, Wihaji yang mendatangi langsung rumah warga yang positif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Bersama Kapolres dan juga Dandim, Bupati mengajak warga yang tengah menjalani isoman di rumah, agar bersedia untuk mengikuti isolasi terpusat di Wisma Atlet Sarengat.

“Kita ingin warga yang positif Covid-19 bisa terpantau kondisinya, dan mendapat pendampingan medis dengan optimal. Karena itu, mereka kita ajak untuk pindah ke lokasi isolasi terpusat di Wisma Atlit,” ujar Bupati Wihaji didampingi Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra, Jumat (16/7/2021).

Bupati Wihaji menjelaskan, untuk tahap awal pemda berkonsentrasi pada warga Kelurahan Kasepuhan yang tengah menjalani isoman agar bersedia pindah ke wisma atlit untuk menjalani Isoman terpusat. Mereka dijemput secara langsung oleh Bupati bersama Kapolres dan Dandim di rumahnya.

“Untuk Kelurahan Kasepuhan sendiri ada 29 orang, sekarang baru tiga orang yang mau ikut. Harapnnya dengan dipusatkan, mereka cepat sembuh dan bisa kembali ke rumah,” jelas Bupati usai menjemput warga bersama Kapolres dan Dandim.

Namun, meskipun dijemput langsung oleh Bupati Wihaji dan mendapat penjelasan fasilitas penunjang yang sudah disiapkan, ternyata banyak warga yang tetap memilih Isoman di rumah. Padahal, jika mereka bersedia, maka keluarga yang di rumah mendapat bantuan dari pemerintah melalui BPBD.

“Kita lakukan pendekatan persuasif, disiapkan sarana prasarananya, dijemput dengan baik, kebutuhan sehari-harinya disiapkan. Bahkan untuk keluarga yang di rumah akan mendapat program bantuan dari pemerintah melalui BPBD sebesar Rp500 ribu karena mungkin tidak ada yang bekerja, dan Rp500 ribu lagi untuk makan saat isolasi,” beber Bupati.

Bupati menambahkan, meskipun tidak bersedia menjalani Isoman terpusat, pihak puskesmas dan kelurahan tetap diminta untuk melakukan pendampingan dan pengawasan. Termasuk memastikan mereka tidak menerima tamu, bahkan sampai keluar rumah.

“Untuk yang isoman di rumah, kita pastikan jangan sampai menerima tamu, apalagi keluar rumah. Jika sampai melanggar, maka akan kita jemput paksa, karena hal itu bisa menulari orang lain,” tandas Wihaji. (don)