Bukan Obat, Ini Solusi Atasi Covid-19 Menurut Dokter Cantik Ini

by
dr RA Adaninggar SpPD. Istimewa/Pojoksatu

Dr RA Adaninggar SpPD membagikan video ahli epidemioligi dari WHO, Maria Van Kerkhove yang mengulas tentang penyebab penularan Covid-19 dan cara mengatasinya.

Dalam video tersebut, Van Kerkhove membeberkan data penularan Covid-19 di belahan dunia.

Ia juga mengulas tentang cara paling ampuh untuk mencegah penularan Covid-19, yakni memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan dan tempat tertutup.

Ia menyarankan agar masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di outdor dibanding indoor, memperbaiki ventilasi dan menjaga kebersihan tangan.

Menanggapi hal itu, dr RA Adaninggar SpPD mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh dianjurkan kepada masyarakat Indonesia selama ini.

Ia mengatakan solusinya sama, yakni protokol kesehatan, batasi mobilitas manusia, aturan negara yang tegas, dan program vaksin yang luas dan cepat

“Dejavu ga dengan apa yang setahun ini diperjuangkan oleh para edukator untuk edukasi ke masyarakat? Solusinya bukan obat, bukan menambah fasilitas kesehatan, tapi stop penularan,” tegas dr RA Adaninggar, dikutip dari akun Instagram pribadinya, drningz.

Kendalikan Diri

Dokter spesialis penyakit dalam ini menyoroti masyarakat yang selama ini hanya bisa mengkritik, tetapi tidak melaksanakan protokol kesehatan.

“Yang koar-koar selalu minta solusi tapi gak mau pake masker, gak mau vaksin, maunya apa? Solusi di depan mata gak mau dilakukan. Ini namanya……!,” jelasnya.

“Ini gak perlu otak yang encer kok untuk mikir. Hentikan penularan virusnya, angka kesakitan dan kematian akan turun, dan ekonomi serta aktivitas bisa berangsur-angsur membaik,” tambahnya.

Menurutnya, masalah paling sulit adalah mengendalikan diri dari tidak mau pakai masker, tidak kumpul-kumpul, tidak mau vaksin, tidak bicara opini-opini yang tak berfaedah, dan tidak menyebarkan info yang salah.

“Jadi sebenarnya musuh utama manusia ya dirinya sendiri. Selama mengendalikan diri aja ga bisa ya jangan harap bisa mengendalikan si virus,” pungkas dr RA Adaninggar. (one/pojoksatu)