Tragis, Pilih Isolasi Mandiri di Rumah, 40 Warga Kota Ini Akhirnya Meninggal

oleh -
PPKM Darurat Jawa Bali (ist)

Keinginan isolasi mandiri (isoman) berbuah tragis. Sebanyak 40 warga Kota Bogor yang terpapar Covid-19 akhirnya meninggal di rumah mereka. Data terbaru, 11 orang wafat pada Minggu (11/7).

Hingga Senin (12/7), sebanyak 40 pasien Covid-19 Kota Bogor melakukan isolasi mandiri. Data ini diungkap Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim.

Menurut Dedi Rachim, kasus terbanyak meninggal saat isolasi mandiri terjadi pada Minggu (11/7/2021). Dimana yang meninggal sebanyak 11 orang.

“Total yang dikebumikan karena Covid-19 ada 40 orang saat isoman. Kemarin, mencapai rekor, 11 orang dalam sehari dari tim posko pemulasaran,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Senin (12/7/2021).

Dedie menyebut, pada umumnya kondisi pasien itu hanya bergejala ringan sehingga memilih melakukan isolasi mandiri.

Tetapi, kemungkinan mereka mengalami penurunan drastis terutama pada saturasi oksigen.

“Umumnya mereka drop dengan sangat cepat. Tadinya yang standarnya kan 90, bisa tiba-tiba turun ke 60. Nah pada saat di bawah 90 ini kan sudah pada posisi kedaruratan,” ungkapnya.

Dedie pun mengungkapkan beberapa indikator melonjaknya angka meninggal pasien isoman. Pertama adalah, Kota Bogor saat ini tengah krisis tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Rata-rata rumah sakit penuh.

Bila rumah sakit akan menambah kapasitas, rumah sakit kekurangan tenaga kesehatan.

Rata-rata pasien Covid-19 ditangani minimal enam orang secara bergantian.

Hal terakhir yakni ketersediaan oksigen medis.

Penggunaan oksigen medis bagi pasien Covid-19 bisa enam kali lebih banyak dari pasien non-Covid-19.

“RSUD bisa ditambah sampai dengan 370 bed akan tetapi kalau melihat realitas yang ada hanya bisa menampung 242 pasien saja,” katanya.

“Kenapa? Tidak bisa kita tambah, bedanya karena ketiadaan oksigen dan ketiadaan tenaga kesehatan. Ya itu yang menjadi masalah,” jelas Dedie seperti dilansir beritasatu.

Dengan minimnya petugas pemantau pasien yang isolasi mandiri juga menjadi kendala tersendiri bagi Pemkot Bogor.

Pasalnya, jumlah pasien Covid-19 di Kota Bogor yang melakukan isolasi mandiri mencapai sekitar 6.000 orang, dan tak sebanding dengan ketersediaan petugas kesehatan. (ral/int/pojoksatu)