Ahli Mikrobiologi Ini Membeber Cara Menangkal Varian Delta, Semoga Bermanfaat

by
SWAB SUSULAN - Sebanyak 51 warga menjalani tes swab susulan yang dilakukan petugas Puskesmas Karangsari di RT1, RW4, Kelurahan Karangsari.

Dokter spesialis mikrobiologi Rina Adeline menyebut ada cara ampuh bagi masyarakat agar tidak tertulari varian Delta, antara lain perlunya bersikap tenang menyikapi varian Covid-19 dari India itu.

Selain itu, kata dia, varian Delta bisa ditangkal dengan cara menerapkan protokol kesehatan (prokes) 3M, mengikuti vaksinasi, dan berpikir optimistis.

“Kita perlu meningkatkan daya tahan tubuh yaitu dengan gizi seimbang, suplemen, dan olahraga. Kemudian yang wajib lagi adalah vaksinasi,” kata Rina Adeline saat diskusi virtual yang dilihat jpnn.com di YouTube akun Gelora TV, Jumat (9/7).

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung itu, varian Delta memang memiliki daya transmisi yang cepat dan lebih ganas dari virus sebelumnya.

“Infeksi semakin besar dan virulensinya tinggi. Artinya, dia mampu menginfeksi lebih berat lagi,” ucapnya.

Soal keganasan varian itu, Rina Adeline menyoroti adaptasi virus tersebut ketika menjangkiti orang berkomorbid.

Nantinya, gejala yang diterima orang berkomorbid akan berlangsung lebih lama dibandingkan pasien Covid-19 tidak berpenyakit bawaan.

“Inang yang dengan kondisi komorbid tertentu memengaruhi kemampuan virus beradaptasi yang mengakibatkan lamanya sakit,” tutur Rina.

Ketua Umum IDI Daeng M Faqih sudah menerima laporan tentang tingginya penularan varian Delta di Indonesia belakangan ini.

Dari 100 persen angka penularan Covid-19 di tanah air, sebanyak 80 persen di antaranya berasal dari varian yang pertama kali ditemukan di India.

Daeng pun mencontohkan angka pasien baru Covid-19 di sebuah RS. Di situ ada 211 pasien terkonfirmasi positif dan 160 di antaranya terindikasi kena varian Delta.

“Kalau diambil persentase sekitar 80 persen. Artinya, varian Delta merajai di dalam lonjakan,” kata Daeng dalam diskusi virtual bertema Benarkah Varian Baru Virus Covid-19 Makin Ganas yang diselenggarakan Partai Gelora di YouTube, Selasa (6/7). (ast/jpnn)