Langgar PPKM Darurat, Pengelola Salon Didenda Rp500 Ribu

by
Pelaku pelanggaran PPKM Darurat menjalani sidang Tipiring. Istimewa

Batang – Seorang pengelola salon kecantikan, Kamis (08/07/2021) menjalani sidang Tipiring atau tindak pidana ringan dan dijatuhi hukuman denda Rp500 ribu. Sanksi tersebut dijatuhkan, karena salon miliknya tetap buka saat pemberlakukan PPKM Darurat.

Selain itu, satu warga yang kedapatan tidak mengenakan masker juga harus menjalani sidang Tipiring, dan dijatuhi denda Rp10 ribu.

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan, operasi yustisi digelar untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di lingkungan setempat. Sasarannya meliputi kafe, salon, sarana olahraga, panti pijat, rumah makan.

“Hari ini tim gabungan berkeliling ke tempat-tempat tersebut yang masih buka, dan bagi yang kedapatan melanggar, maka langsung sidang di tempat,” ujat Kapolres di halaman Mapolres Batang, Kamis (8/7/2021).

Operasi itu sendiri melibatkan berbagai usur di antaranya TNI/Polri, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri dan Satpol PP.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Batang, Sefitrios menerangkan, tim gabungan melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggar PPKM Darurat disejumlah lokasi. Hasilnya, ada dua pelanggar yang dikenai sanksi denda, masing-masing Rp500 ribu dan Rp10 ribu.

Kepala Satpol PP Batang, Achmad Fatoni mengatakan, operasi dilakukan kepada warga yang masih mengabaikan PPKM Darurat, khususnya di tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan.

“Kami akan terus menggelar razia, dan menindak warga ataupun pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat,” tandas Achmad Fatoni. (don)