Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Hampir Penuh, Diminta Siapkan Tenda dan RS Darurat

by

BATANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang diminta untuk mempersiapkan tenda darurat guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Langkah tersebut dilakukan, mengingat saat ini ruang perawatan yang tersedia hampir penuh.

“Jika nanti seluruh ruangan sudah penuh, maka lahan parkir ini dibersihkan, dan dirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau kondisi perawatan pasien Covid-19 di RSUD Kalisari Batang, Selasa (29/06/2021).

Pada kunjunganya di RSUD Kalisari, Ganjar mendapat laporan bahwa saat ini ada tiga pasien gejala Covid-19 yang dirawat di depan ruang IGD. Langkah tersebut dilakukan, mengingat ruang isolasi sudah penuh, sedangkan untuk ruang IGD sendiri dimanfaatkan untuk pasien yang hasil Rapid anti gennya positif Covid-19.

“Hasil rapat dengan Kemenkes sudah jelas, untuk ruang isolasi digunakan bagi pasien Covid-19 yang gawat, yaitu tingkat saturasi atau kadar oksigen rendah dibawah 95 dan yang mengalami sesak nafas. Namun untuk pasien dengan Komorbid juga bisa dirawat di ruang isolasi,” jelas Ganjar Pranowo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dsn Forkompinda Kabupaten Batang.

Ganjar juga menginstruksikan, bagi pasien diluar dua kategori tersebut, bisa dirawat di ruang isolasi terpusat. Hal itu bertujuan untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit, dan memberi kesempatan pada pasien dengan tingkat kegawatan lebih tinggi untuk mendapat pelayanan optimal.

“Namun pihak RSUD hatus mengoptimalkan ruang perawatan yang tersedia terlebih dahulu, jika penuh maka bisa langsung mendirikan tenda darurat. Selain itu, Pemda juga harus menyiapkan tempat isolasi terpusat, guna menampung kasus positif lainnya yang saat ini menjalani isolasi mandiri,” beber Ganjar.

Sementara itu, Direktur RSUD Kalisari Batang, dr Tri Handoko mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tambahan bed isolasi, sehingga total akan adan 117 bed.

“Untuk bed rencannya untuk isolasi mandiri yang mengalami gejala, sehingga mereka nantinya bisa dirawat di rumah sakit. Untuk saat ini dari 117 bed, sudah terisi 70-an pasien,” tandas Tri Handoko. (don)