Pijat Bupati, Pasangan Tunanetra Ini Dapat Upah Rp2 Juta dan Rehab Rumah

by
Suroso memijat Bupati Wihaji yang bertandang ke rumahnya.

BATANG – Suroso (52) dan Sasriyah (51) yang merupakan pasangan tunanetra warga Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, tidak menyangka jika rumahnya akan didatangi oleh Bupati Batang, Wihaji.

Tidak hanya itu, mereka juga tak pernah membayangkan akan mendapat upah rehap rumah setelah memijit orang nomor satu di Pemda Batang itu, sekitar 30 menit.

Pada agenda tilik warga yang digelar Selasa (22/06/2021) itu, Bupati Wihaji beserta rombongan mendatangi rumah Suroso dan istrinya yang selama ini berprofesi sebagai tukang pijat. Keduanya menekuni profesi tersebut sudah hampir dua tahun ini, setelah sebelumnya menekunk pekerjaan serupa di Jakarta.

“Tukang pijat merupakan salah satu profesi yang terdampak Pandemi Covid-19, karena masyarakat takut menggunakan jasa mereka, karena khawatir akan penerapan protokol kesehatan,” ujar Bupati Wihaji.

Akibat Pandemi ini, banyak tukang pijat yang penghasilannya menurun drastis, akibat banyak masyarakat yang tidak berani menggunakan jasa tukang pijat. Karena itulah, tidak mengherankan jika banyak tukang pijat yang harus mencari penghasilan lain guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, Bupati Wihaji juga mendengar cerita pasangan yang suami istri yang sejak kecil sudah tidak bisa melihat itu. Sambil memijat, Suroso menceritakan awal mula pertemuanya dengan istrinya di Jakarta saat sama-sama mengikuti pelatihan memijat.

“Melihat kondisi fisik dan ekonomi, maka sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah memberikan bantuan, karena itulah saya akan memberikan bantuan rehab rumah bagi pasangan ini,” jelas Wihaji yang mengaku pijatan Suroso sangat enak dan membuat badannya segar.

Tidak hanya itu, Bupati juga memberikan bantuan uang tunai Rp2 juta bagi pasangan ini guna membantu perekonomian mereka.

Untuk bedah rumah sendiri akan dilakukan tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Melainkan iuran dari para pimpinan OPD yang telah dikumpulkan pada hari ulang tahun Kabupaten Batang.

Rumah kayu Suroso akan sedikit diperbaiki. Seperti di bagian dinding, dua kamar tidur dan satu kamar pijat, kamar mandi, hingga memberikan perabot seperti kasur.

“Untuk pengerjaan rehab rumah sendiri akan kita lakukan dengan kerjabakti. Nanti kita atur waktunya, tapi yang jelas sehari jadi. Dan untuk bagian kamar sendiri, akan kita perbaiki agar bisa dipakai untuk pijat,” tandas Wihaji. (don)