Ruang Isolasi Penuh, RS QIM Dirikan Tenda Darurat

by
Manajer Pelayanan RS QIM, dr Maftuhah Nurbeti Mph menunjukkan tenda darurat yang digunakan untuk menampung pasien COVID-19, Selasa (22/6/2021). MD Tofel

BATANG – Kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Batang mengalami lonjakan cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Dinkes Batang, setiap hari ada penambahan 20-40 pasien positif terpapar COVID-19.

Akibat dari lonjakan kasus itu, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Batang pun kini mulai menipis.

Seperti dialami Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM), dari 29 ruang isolasi COVID-19 yang disediakan, semuanya dalam keadaan penuh terpakai.

Ditemui Selasa (22/6/2021), Manajer Pelayanan RS QIM, dr Maftuhah Nurbeti Mph membenarkan kondisi tersebut.

“Ya, kami sudah sediakan 29 ruang isolasi untuk pasien COVID-19, dan kini sudah full terpakai semua,” ujarnya saat ditemui kemarin.

dr Beti mengatakan, akibat penuhnya ruang isolasi tersebut, kini terjadi penumpukan pasien COVID-19 di IGD RS QIM. Mereka (pasien, red) mengantri untuk bisa masuk ke ruang isolasi.

“Daftar antrian atau pasien COVID-19 yang inden ruang isolasi kini menumpuk di IGD. Bahkan, karena keterbatasan ruang IGD, kami dirikan tenda darurat untuk menampung pasien COVID-19,” katanya.

Dikatakan dr Beti, tenda darurat itu bagian dari IGD RS QIM, yang dilengkapi dengan peralatan medis dan didampingi para tenaga medis sesuai standar pelayanan.

“Ada enam pasien COVID-19 yang inden kamar, tiga pasien di tenda darurat dan tiga lainnya menempati ruang vaksinasi yang terpaksa kami pakai sementara,” terangnya.

Menurut dia, RS QIM telah menyiagakan satu tenda darurat lagi, apabila pasien COVID-19 masih terus berdatangan.

“Sudah kami siapkan satu tenda darurat lagi, buat jaga jaga apabila ada tambahan pasien COVID-19 lagi,” ucapnya.

Ditambahkan dr Beti, bahwa ruang ICU pasien COVID-19 di RS QIM juga dalam keadaan penuh. Di mana dari total lima ruang ICU, tiga ruang telah terisi dan dua ruang lainnya belum siap pakai.

“Tiga ruang ICU sudah terpakai. Sedang dua ruang ICU belum siap pakai, karena alat bantu ventilator dari provinsi belum datang. Oleh karenanya, apabila ada pasien COVID-19 dalam keadaan kritis, maka kami rujuk ke rumah sakit lain,” pungkas dr Beti. (fel)