Penanganan Banjir Lumpur Celong Terhambat

by
BANJIR LUMPUR - Beginilah sisa-sisa banjir lumpur setiap usai hujan besar di Dukuh Celong, Banyuputih, akibat aktivitas cut and fill proyek KITB.

*Pembuatan Drainase Terkendala Izin PT KAI

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang mengakui bahwa banjir lumpur yang melanda Dukuh Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih merupakan dampak dari proses pematangan lahan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Upaya penanganan pun telah diupayakan oleh pelaksana konstruksi, namun demikian pelaksanaannya masih terhambat izin dari PT KAI.

Hal itu tertuang dalam nota jawaban Bupati Batang, menanggapi pemandangan umum Fraksi Partai HANURA – NASDEM yang menyoroti masalah banjir lumpur di Dukuh Celong pada Februari 2021 lalu.

“Dapat kami sampaikan, bahwa banjir di Dukuh Celong adalah akibat dari kegiatan cut and fill KITB. Di mana sampai dengan saat ini progresnya sudah mencapai lebih dari 2.000.000 M3 atau seluas lebih dari 250 Ha,” ujar Bupati Wihaji dalam rapat paripurna DPRD Batang, Senin (21/6/2021).

Ia mengatakan, pasca peristiwa banjir tersebut, Pemkab Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah sudah meninjau lokasi dan mengambil langkah langkah pencegahan banjir.

“Langkah langkah itu seperti memerintahkan kepada pelaksana kontruksi yaitu PT PP untuk membuat drainase sepanjang lahan yang sudah dilakukan cut and fill, khususnya lahan yang berada di sebelah utara Dukuh Celong, Desa Kedawung,” terangnya.