Kasus Corona Melonjak, PTM Dihentikan

by
MENKHAWATIRKAN - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kendal dinilai Bupati Kendal Dico M Ganinduto sangat mengkhawatirkan.

**Kendal Peringkat 4 Jateng

KENDAL – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kendal disebut Bupati Kendal sangat mengkhawatirkan. Bahkan untuk tingkat Jawa Tengah, Kendal masuk peringkat 4 sebagai daerah dengan lonjakan kasus terparah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) per 20 Juni 2021 kemarin, jumlah kumulatif Covid-19 di Kabupaten Kendal telah menembus angka 8.602 kasus. dari jumlah itu, sebanyak 1.057 adalah kasus aktif.

Guna mengantisipasi meluasnya penyebaran, Pemerintah Kabupaten Kendal mengambil langkah cepat dan strategis untuk mencegah dan menangani penyebaran virus corona tersebut dengan menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 secara daring, Senin (21/6/2021), di Pendopo Tumengung Bahurekso Kendal. Rakor diikuti jajaran Forkompimda, kepala OPD dan berbagai elemen masyarakat yang tergabung ke dalam Satgas Covid-19 Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, mengatakan, ketersediaan tempat tidur rumah sakit atau yang biasa disebut dengan Bed Occupancy Rate (BOR) di Kendal juga sudah mencapai angka 74%. Padahal, standar WHO menetapkan bahwa keterisian tempat tidur haruslah kurang dari 60%. “Dengan dasar itu, Pemkab bergerak cepat dan mengambil kebijakan untuk masyarakat di Kabupaten Kendal,” katanya.

Dico mengungkapkan, langkah Pemkab seperti menandatangani Surat Edaran (SE) Bupati No.443.5/1876/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 di Kabupaten Kendal. Dalam surat edaran tersebut terdapat beberapa hal esensial seperti pemberlakuan work from home (WFH) bagi pekerja kantoran dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), penghentian Pembelajaran Tatap Muka (PTM).