Kecelakaan Karambol di Jalan Tol, 2 Pengendara Innova Tewas

by
Kondisi mobil Toyota Innova yang rusak parah usai mengalami kecelakaan di jalan tol Solo-Semarang. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Kecelakaan karambol kembali terjadi di jalan tol Semarang-Solo, Senin (21/6) pagi. Kecelakaan melibatkan kendaraan bermotor (KBM) truk yang masih dalam pencarian dan tiga mobil. Akibatnya dua orang tewas di lokasi kejadian perkara (TKP) dan dua lainnya mengalami luka ringan.

Kecelakaan beruntun ini terjadi di tol Semarang-Solo kilometer (KM) 484.900 lajur 2 atau lajur kiri, Desa Brajan, Mojosongo. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kejadian bermula saat kendaraan truk berjalan di lajur 1. Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.50, truk berpindah jalur ke arah kanan atau di lajur 2.

Di belakang truk terdapat mobil Toyota Innova dengan pelat mobil AD 8715 MM yang berjalan di lajur kiri. Diduga kaget, mobil Toyota Innova ini gagal menghindar dan menabrak truk. Akibat tabrakan ini, bodi mobil bagian kiri rusak berat hingga terkelupas. Mobil juga terpelanting dan berhenti melintang di lajur 2.

Selang beberapa saat, muncul kendaraan Daihatsu Ayla dengan pelat T 1171 BH melaju di lajur 2 yang sempat menurunkan laju kendaraan karena mengetahui ada kecelakaan. Naas, dari arah belakang, Daihatsu Ayla malah ditabrak Hyundai berpelat B 1951 WMU.

Mobil Hyundai langsung terpelanting ke kanan, menabrak pembatas jalan dan mobil Toyota Innova yang sudah mengalami kecelakaan sebelumnya.

Kasatlantas Polres Boyolali AKP Yuli Anggraini diwakili Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali Ipda Budi Purnomo mengatakan, kecelakaan lalu lintas (laka) ini melibatkan satu truk yang tak dikenal dengan tiga mobil. Akibat kecelakaan itu dua orang tewas. Yakni Torana Ambarwanto, 44, warga Mantrinjeron, Jogjakarta dan Walidi, 42, warga Banguntapan, Bantul, Jogjakarta yang mengendarai mobil Toyota Innova.

Kedua korban mengalami luka parah di bagian kepala. Saat kejadian, kedua korban ini duduk di jok belakang sisi kiri. Sedangkan sang sopir Toyota Innova, Firdaus selamat dan tidak mengalami luka. Melihat kerusakan mobil yang cukup parah, polisi menduga kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Akibatnya dua meninggal dunia (MD) di tempat dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pandan Arang (RSPA). Selain itu, dua orang luka ringan dibawa ke RS Karima Utama, Kartasura,” ungkap Budi.

Satlantas Boyolali tengah mengumpulkan data-data dan keterangan guna mencari pengendara kendaraan truk yang melarikan diri. Pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Jasamarga Solo – Ngawi (JSN) di Karanganyar. Selain itu, pengecekan closed circuit television (CCTV) akan dilakukan untuk memburu kendaraan truk.

“Sampai saat ini belum ada titik terang. Dan kita upayakan supaya kendaraan itu (truk) bisa segera ditemukan. Saat ini masih pengumpulan data-data,” imbuhnya. (rgl/ria/radarsolo)