Investor Mulai Lirik Saham Persibat, Danang : Semoga Ada Artis Yang Berminat

by
Ketua Umum Persibat, Danang Aji Saputra.

BATANG – Sejumlah investor mulai melirik keberadaan Klub Persatuan Sepakbola Indonesia Batang (Persibat), usai pihak manajemen klub banteng alas roban itu menyatakan angkat tangan dan memilih untuk menawarkan sahamnya dibeli.

Ketua Umum Persibat, Danang Aji Saputra mengatakan, bahwa sedikitnya sudah ada tiga investor yang menyatakan ketertarikannya dan melakukan konfirmasi dengan klub yang saat ini tengah mengalami pailit keuangan ini.

“Sudah ada tiga investor yang menghubungi kami. Namun mereka masih baru pada tahap pendekatan (tanya tanya,red) saja, belum sampai menawar. Oleh karena itu, bagi investor yang berminat segera hubungi kami, sebelum keduluan,” ujar politisi muda asal Partai Golkar.

Ia mengatakan, tiga investor yang mulai melakukan pendekatan itu datang dari unsur politisi dan pengusaha dari luar Kabupaten Batang. Ketua Komisi A DPRD Batang ini pun berharap agar ada satu diantara investor yang datang dari unsur publik figur (artis,red)

“Semoga saja ada artis yang mendengar kabar ini, dan berminat mengambil alih Persibat. Seperti halnya Raffi Ahmad yang membeli klub sepakbola Cilegon FC dan merubahnya menjadi RANS Cilegon FC,” ungkap Danang.

Ditanya mengenai berapa harga saham Persibat, Danang belum bisa mengungkapkan secara gamblang. Ia mengatakan, bahwa yang pasi menyentuh angka miliaran rupiah.

“Yang jelas kalau ada investor membawa uang dengan nominal banyak, kami akan melepasnya. Terkait nantinya investor ini akan merubah nama klub Persibat dan home base tidak lagi di Batang, kami tidak keberatan. Namun kami tetap akan mendorong investor untuk menggunakan nama Persibat dan keberadaan home base masih ada di Batang,” katanya.

Ia mengatakan, Batang memiliki potensi sepak bola yang bagus dengan fasilitas mess atlet dan lapangan yang berstandar nasional.

Dijelaskan juga oleh Danang, bahwa sebelumnya tim Persibat harus terdegradasi dari kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2019. Klub itu hanya menempati peringkat ke-10 grup Wilayah Barat Liga 2. Saat ini Persibat terpaksa harus menghuni Liga 3 nasional.

Danang pun menyatakan, bahwa sebenarnya Persibat bisa mengajukan bantuan dana APBD. Namun pihaknya tidak mau membebani keuangan daerah yang saat ini masih terkonsentrasi pada penanganan Covid-19.

“Saya menawarkan ke investor, karena pembinaan juga bagian dari investasi. Jadi pola pikirnya jangan beli jual lepas, tapi ada pengembangan sepakbola di Batang yang juga nantinya meraup pundi pundi uang yang cukup besar,” jelasnya.

Ditambahkan Danang, bahwa fans Persibat sangat militan. Selama ini Persibat diperbantukan dengan keberadaan mereka (fans,red), yang mau membeli tiket untuk melihat laga. Di mana dari hasil penjualan tiket pertandingan, manajemen Persibat bisa mendapatkan pemasukan mencapai Rp 40 juta hingga Rp 125 juta.

“Namun beberapa kali memang kami sempat merugi, karena harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk membayar denda, karena banyak pertandingan yang rusuh, yakni antar suporter maupun pemain sendiri. Terakhir kami harus membayarkan denda mencapai Rp 300 juta,” pungkasnya. (fel)