Money Game Marak, Masyarakat Diminta Waspada

by
SOSIALISASI - OJK Tegal bersama PT BPR BKK Batang (Perseroda) saat melaksanakan sosialisasi literasi keuangan di Desa Adinuso Reban.

BATANG – Di tengah meningkatnya tren aktivitas investasi, masyarakat diminta tetap waspada. Pasalnya, alih-alih untung masyarakat justru bisa buntung karena investasi yang ilegal.

Oleh karena, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng PT BPR BKK Batang (Perseroda) mengajak masyarakat untuk waspada pada investasi ilegal. Hal ini seperti dilakukan di Desa Adinuso Kecamatan Reban beberapa waktu lalu.

“Ini sebagai upaya kami untuk literasi keuangan di masyarakat, khususunya masyarakat yang berada di pedesaan sehingga bisa menjadi sarana edukasi agar tidak salah berinvestasi. Bagaimana agar Investasi bisa lebih aman dengan produk-produk keungan yang memiliki legalitas dari OJK,” jelas Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tegal, M Fahmi Arafi.

Menurutnya, akhir-akhir ini sejumlah money game sangat marak beroperasi di tengah masyarakat kota sampai pedesaan dalam aneka bentuk. Mulai dari yang menyamar sebagai koperasi, MLM gadungan, sampai seolah-olah bisnis emas. Korban terus berjatuhan, tetapi hal serupa ini tetap saja terus muncul secara berulang.

“Sehingga sangatlah penting adanya sosialisasi dan edukasi ini. Sehingga masyarakat dapat terlindungi dari upaya kejahatan berkedok investasi dan atau lebih menyadari konsekuensi serta risikonya jika dihadapkan pada tawaran yang memberi imbal yang di luar batas kewajaran,” harapnya.

Direktur Utama PT BPR BKK Batang (Perseroda), Teguh Supriyanto berharap ke depan masyarakat bisa jeli. Ketika ingin berinvestasi harus mengetahui legalitas lembaga tersebut dan juga memastikan lembaga tersebut berada di pengawasan OJK. Selain itu pihaknya juga turut mengenalkan berbagai produk dan jasa lembaga keuangan agar dimanfaatkan masyarakat dengan bijak dan tepat guna. (nov)