Impian Bupati, Bodri Berkontribusi untuk Wisata-Industri

by
FOTO BERSAMA - Bupati Dico berfoto bersama dengan Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Ir Arvi Argyantoro usai giat kick off penyusunan akhir Proyek KPBU Bendungan Bodri, kemarin.

KENDAL – Pembangunan Bendungan Bodri telah ditetapkan sebagaai proyek strategis nasional (PSN) yang masuk dalam agenda tahun 2020-2024 melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Melihat potensi dampaknya yang besar dari Bendungan Bodri, Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, pun berharap besar agar bisa berdaya dukung terhadap visi misi kepemimpinannya, utamanya wisata dan industri.

Hal itu disampaikan Bupati saat kegiatan Kick Off Penyusunan Akhir Prastudi Kelayakan / Final Business Case (FBC) Proyek KPBU Bendungan Bodri Kabupaten Kendal Jawa Tengah, yang dihadiri Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Ir Arvi Argyantoro.

Pembangunan bendung raksasa itu sendiri diharapkan bisa mengatasi masalh banjir, serta menjamin ketersediaan pasokan air untuk irigasi pertanian. Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini juga bisa menjamin pemenuhan pasokan air bagi kawasan industri di Kendal.

Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, mengungkapkan, dari hasil Bendungan Bodri yang akan dibangun, nantinya akan menghasilkan dampak yang berkelanjutan termasuk adanya sektor wisata yang menjadi visi misi dari Bupati dan Wakil Bupati Kendal. Ia berharap Bendung Bodri dapat diintegrasikan dengan jalur wisata sepeda yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. “Sehingga hasil pembangunan dari bendungan dapat menyentuh sektor pertanian, industri dan wisata,” terangnya.

Keberadaan Bendungan Bodri tersebut diperkirakan dapat menampung debit air mencapai 40 juta M3 dengan perkiraan luas genangan 240.20 hektar dan memiliki manfaat untuk suplai air baku sebesar 2,26 M3/s. (lid)