Pupuk Organik Buatan Batang Dilirik Hingga Dubai

by
PRODUKSI - Proses produksi pupuk milik warga Desa Amongrogo Limpung, Turjangun.

*Omset Tembus Ratusan Juta

BATANG – Totalitas Turjangun, warga Desa Amongrogo, Kecamataan Limpung merintis dan menekuni bisnis pupuk organik sejak 2010 silam ternyata tak sia-sia. Pupuk berbahan dasar limbah khususnya kotoran ternak hasil formulanya itu nyatanya tidak hanya telah terjual ke berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari itu, produknya kini mulai dilirik hingga Dubai.

“Alhamdulillah, untuk saat ini kami tengah menjalin kerja sama dengan konsumen dari Dubai. Semoga ke depannya kerja sama ini lancar dan bisa segera kami kirim. Di sini ada beberapa merk yang diproses, ada merk kami sendiri, yakni Tabur Mas. Selain itu ada beberapa merk dari perusahaan lain yang sebenarnya juga diproduksi dari sini dan dibeli secara curah,” tutur Turjangun didampingi istri, Puji, saat diwawancarai Radar Pekalongan, Kamis (17/6/2021).

Ide pembuatan pupuk ini dimulai dari kekhawatirannya akan banyaknya limbah di sekitarnya. Tak hanya limbah kotoran ternak, tetapi juga limbah lain seperti limbah tahu, dan lainnya. Ia ingin agar limbah tersebut tak mencemari lingkungan tapi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Usaha pupuk organiknya dulu hanya mempekerjakan segelintir orang. Hingga akhirnya kini ia sudah memiliki sekitar 30 orang dan mengantongi omset sampai ratusan juta per bulan.

Tabur Mas sendiri dipasarkan dengan harga mulai Rp75 ribu per botol ukuran 1 liter untuk daerah Jawa. Sedangkan di luar Jawa dipasarkan mulai Rp90-100 ribu. Sedangkan untuk harga e-katalog dipasarkan mulai Rp46 ribu. Bersama karyawannya di PT Agro Lestari Makmur Nusantara, pihaknya mampu memproduksi sekitar 1 juta liter pupuk organik cair jika ada order partai besar.

“Dalam keadaan normal, alhamdulillah bisa tembus omset ratusan juta. Tetapi memang ketika pandemi omset menurun. Tapi pelan-pelan kami sedang bangkit sembari menyiapkan sarana produksi agar bisa menambah volume produksi,” jelasnya yang pernah menjadi petani berprestasi tingkat nasional tahun 2016.