Awas! Kasus Covid-19 Mutasi India Cepat Menyebar Hanya dalam Waktu 4-11 Hari

oleh -
ILUSTRASI. Masyarakat diminta waspada dengan beredarnya varian Delta dari India. Varian ini cepat menular berlipat ganda hanya dalam kurun waktu 4-11 hari. (Antara)

Masyarakat diminta waspada dengan beredarnya varian Delta dari India. Penanganan tak hanya optimal tapi harus maksimal. Varian ini cepat menular berlipat ganda hanya dalam kurun waktu 4-11 hari.

Data Kementerian Kesehatan sampai 13 Juni 2021 menunjukkan sudah ada 107 varian Delta (B.1617.2) di negara kita. Sementara varian Alfa ada 36 dan varian Beta ada 5. Jadi memang varian Delta mendominasi VOC (Varian Of Concern) yang dilaporkan di negara kita.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/ Guru Besar FKUI dan Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, data World Health Organization (WHO) menyampaikan varian Delta memang terbukti meningkatkan penularan. Di Inggris dilaporkan ada 42.323 kasus varian Delta, naik 70 persen dari minggu sebelumnya, atau naik 29.892 kasus hanya dalam waktu satu minggu saja.

Baca Juga: Dokter Paru: Pasien yang Tertular Covid-19 Mutasi India Cepat Memburuk

“Juga Public Health England (PHE) melaporkan bahwa varian Delta ternyata 60 persen lebih mudah menular daripada varian Alfa. Juga waktu penggandaannya (doubling time) berkisar antara 4,5 sampai 11,5 hari,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (17/6).

Kemudian terkait secondary attack rates, lanjutnya, data terbaru dari Inggris menunjukkan bahwa secondary attack rate (cepat menular) varian Delta lebih tinggi daripada Alfa. Secondary attack rate varian Delta adalah 2,6 persen dan yang varian Alfa sebesar 1,6 persen pada mereka yang ada riwayat bepergian. Serta 8,2 persen pada varian Delta dan 12,4 persen pada varian Alfa pada kontak kasus yang tidak riwayat bepergian,” jelasnya.

Menurut Prof Tjandra Yoga penyakit ini juga menjadi lebih berat dan parah, dan atau menyebabkan kematian. Data yang dikumpulkan WHO sampai 8 Juni 2021 menunjukkan hal ini masih belum terkonfirmasi, tetapi memang ada laporan peningkatan harus masuk rawat inap di rumah sakit. Di sisi lain, memang ada beberapa laporan yang membahas tentang kemungkinan lebih beratnya penyakit yang ditimbulkan varian ini.

“Dampak varian Delta terhadap kemungkinan terinfeksi ulang sesudah sembuh, memang ada laporan bahwa pada varian Delta terjadi penurunan aktivitas netralisasi,” katanya.

Ia menegaskan sejauh ini belum ada laporan ilmiah yang sahih tentang dampak varian Delta terhadap hasil pemeriksaan Covid-19 dengan PCR dan atau rapid antigen. Maka protokol kesehatan ketat adalah yang terpenting.

“Yamg dapat dilakukan adalah sekaramg benar-benar 3T dan 3M secara maksimal bukan sekadar optimal,” tegas Prof Tjandra Yoga. (jawapos)