48 Santri Positif Covid-19, Dipindahkan ke Lokasi Isolasi Terpusat

by
BERJAGA - Aparat TNI Polri berjaga di dalam kompleks Ponpes Syafi'i Akrom Kota Pekalongan, Rabu (16/6/2021)

Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal dari tes Antigen oleh tim gugus tugas Covid-19 terhadap ratusan santri dan pengurus ponpes usai acara haflah akhirussanah di ponpes yang dihentikan tim gugus tugas. Hasil tes Antigen terdapat 40 lebih santri yang reaktif.

Pengasuh Ponpes Syafi’i Akrom, Kiai Abdul Kholid Ma’rufi, menghormati langkah yang diambil tim gugus tugas Covid-19 Kota Pekalongan karena memang melakukan tugas negara. “Tetapi di sini kita perlu terangkan dan perlu jelaskan bahwa acara haflah akhirussanah ini bukan pengajian akbar, yang akbar sound systemnya,” katanya.

Ma’rufi menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan acara tahunan Ponpes Syafi’i Akrom, yang mana murni acara internal santri pondok putri dan pondok putra Syafi’i Akrom sehingga pihaknya tidak mengundang siapapun kecuali santri itu sendiri.

“Oleh karena itulah acara haflah ini tidak dilakukan seperti bulan-bulan atau tahun-tahun sebelum adanya Covid. Biasanya kita kedatangan 10 ribu orang, tetapi tadi malam kita hanya hadiri santri, putra ada 300 dan putri ada 450 sehingga total berjumlah 750 orang,” bebernya.

“Kita memang tidak meminta izin ke Polsek ataupun dinas terkait karena hemat kita, pikiran kami, acara ini adalah acara intern, bukan acara untuk umum,” tuturnya lagi.

Dijelaskan Ma’rufi bahwa para santri itu setiap hari bersosial bersama di dalam pondok. (way)