48 Santri Positif Covid-19, Dipindahkan ke Lokasi Isolasi Terpusat

by
BERJAGA - Aparat TNI Polri berjaga di dalam kompleks Ponpes Syafi'i Akrom Kota Pekalongan, Rabu (16/6/2021)

Aaf juga mengungkapkan para santri itu semuanya dalam kondisi baik. Tidak ada yang mengeluhkan mengalami gangguan indra penciuman maupun indra perasa. “Mudah-mudahan semuanya lancar,” sambungnya.

Pihaknya bersyukur tim gugus tugas bergerak cepat untuk mengantisipasi agar penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan tidak semakin meluas.

“Kita bergerak cepat supaya tidak menular kemana-mana. Bayangkan kalau kita tidak bergerak cepat, 48 santri ini kembali ke keluarganya masing-masing dan menularkan ke keluarga, ini bisa menjadi klaster baru keluarga,” tuturnya.

Aaf menambahkan, saat ini lingkungan ponpes tersebut masih dilakukan lockdown lokal. “Aktivitas di pondok maupun sekolah dan rencananya kan Kamis ini mereka menerima rapor, tapi kita komunikasi dengan pengasuh dan gurunya untuk ditunda dulu, supaya ini biar selesai dulu supaya aman semuanya. Penjagaan dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan Dinas Kesehatan,” bebernya.

Dengan adanya penambahan jumlah kasus baru itu, menurut Wali Kota status Kota Pekalongan masih zona oranye. “Hampir menjadi merah, tapi mudah-mudahan tidak menjadi merah. Karena itu tadi, alhamdulillah kita bergerak cepat agar Kota Pekalongan tidak menjadi zona merah,” katanya.

“Intinya kenapa kemarin kenapa kita bergerak cepat, kita kemarin agak gaspol, karena itu tadi, di Jawa Tengah ini sudah ada delapan daerah yang sudah masuk zona merah. Kita ingin menjaga agar Kota Pekalongan tidak menjadi zona merah. Jadi kita gerak cepat, kita antisipasi, kita tracing. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Yang positif-positif maupun yang reaktif sudah kita antisipasi supaya tidak menyebar luas,” imbuh Aaf.