24 Nakes Puskesmas Subah Positif Covid-19, Layanan Medis Dihentikan Sementara

by
Wihaji, Bupati Batang

BATANG – Sebanyak 24 tenaga kesehatan (Nakes) yang bekerja di puskesmas Subah, Kabupaten Batang, diketahui positif terpapar Covid-19. Akibatnya aktifitas pelayanan di puskesmas tersebut sementara dihentikan, termasuk pelayanan rawat inap.

“Berdasarkan data yang kita terima, ada sebanyak 24 dari sekitar 90-an tenaga kesehatan di puskesmas Subah yang positif Covid-19. Dan tadi malam sudah saya perintahkan agar puskesmas ditutup,” ungkap Bupati Batang, Wihaji ditemui usai acara di pendopo pemkab setempat, Rabu (16/06/2021).

Bupati Wihaji menjelaskan, berdasarkan hasil tracking yang dilakukan, awal mula kasus Covid-19 di puskesmas Subah tersebut berasal dari seorang Nakes. Dia baru saja mengikuti acara keluarga di luar kota, dan setelah itu terpapar Covid-19.

“Dari nakes itulah kemudian menular ke lainnya, sehingga sampai tadi malam ada 24 nakes yang positif. Karena itulah, saya sudah instruksikan untuk pelayanan ditutup, dan bagi warga yang akan berobat bisa ke puskesmas terdekat atau tetangga,” jelas Bupati Wihaji.

Lebih lanjut dijelaskan, dari total 24 nakes yang positif tersebut, semuanya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Untuk saat ini, para nakes tersebut masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selain itu, Tracing juga terus dilakukan guna mengantisipasi adanya kasus lainnya yang disebabkan dari klaster puskesmas Subah.

“Dari data yang ada, Insyaallah tidak ada yang tertena varian baru Covid-19. Namun langkah antisipasi tetap kita lakukan agar tidak semakin meluas,” lanjut Wihaji.

Dengan adanya kasus tersebut, lanjut Wihaji, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas yang ada di Kabupaten Batang untuk memperketat penerapan protokol kesehatan.

“Seluruh puskesmas harus memperketat penerapan Prokes, sehingga kasus serupa tidak akan terjadi lagi. Tidak hanya jajaran puskesmas, saya juga minta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, agar penyebaran Covid-19 tidak semakin meningkat di Batang,” tandas Wihaji. (don)