Ratusan Anak Kabupaten Pekalongan Ikuti Tes Identifikasi Bakat Cabor Atletik yang Diselenggarakan Kemenpora

by

KEDUNGWUNI – Sebanyak 250 anak dengan usia 13 – 15 tahun mengikuti kegiatan tes identifikasi bakat cabang olah raga atletik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) bersama Dinporapar Kabupaten Pekalongan dan bekerjasama dengan UNY serta MGMP PJOK se Kabupaten Pekalongan di Komplek Stadion Manggala Krida Kedungwuni, Kamis (10/6/2021).

Kabid Olah Raga Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Subkhan mengatakan bahwa kegiatan ini hanya diselenggarakan di 5 tempat di Indonesia dan salah satunya di Kabupaten Pekalongan. Identifikasi atlet merupakan bentuk fasilitasi dari kemenpora yang diberikan kepada dinas yang menaungi olahraga.

“Awalnya kami mengajukan sebanyak 600 atlet, tetapi yang disetujui Kemenpora 250 atlet SMP/MTs negeri dan swasta se Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.

Untuk pelaksanaan tes identifikasi bakat berlangsung dari tanggal 8 – 11 Juni 2021.

“Hari pertama kita adakan bimtek untuk MGMP PJOK se Kabupaten Pekalongan, baru hari berikutnya selama 2 hari yang dibagi menjadi 125 anak per hari untuk tes identifikasi bakat,” ujarnya.

Tujuan dalam kegiatan ini untuk mencari talenta atlet berbakat dari usia anak-anak agar kedepannya bisa ditemukan atlet berprestasi melalui sport science dibantu oleh praktisi dari Universitas.

Tim Ahli Kemenpora, Cukup Pahalawidi menjelaskan bahwa tes identifikasi bakat ini untuk menjaring atlet berbakat tahap 2 di cabor atletik.

Menurutnya, ada tiga tahap dalam penjaringan yakni pemanduan bakat, identifikasi bakat dan talent development.

“Pemanduan bakat biasanya dari anak SD bahwa anak tersebut cocoknya dicabor apa, kemudian di identifikasi bakatnya di nomor apa kalau masuk cabor atletik setelah itu baru masuk ke talent development atau pengembangan bakat,” jelasnya.

Dicabor atletik sendiri ada 4 nomor yakni sprint, lari menengah dan jauh, lempar dan lompat.

Ketua MGMP PJOK SMP Kabupaten Pekalongan, Arifin mengaku berterima kasih kepada Kemenpora karena sudah diberi kepercayaan dan akan melaksanakan tugas mengetes anak-anak dengan sebaik mungkin.

“Identifikasi bakat ini khusus untuk anak SMP yakni rentang usia 13-15 tahun. Ini merupakan hal baru bagi kita,” katanya.

Ke depan, para guru olahraga akan melaksanakan hal serupa yang lebih besar lagi, sehingga bisa menjangkau lebih banyak lagi siswa-siswi di Kabupaten Pekalongan.

“Semoga setelah kita ketahui bakatnya, anak bisa lebih berprestasi, baik ditingkat daerah, nasional bahkan sampai olimpiade,” tandasnya.