Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Batang Siapkan Rumah Sakit Darurat

by
Bupati, Kapolres dan Dandim melakukan pengecekan kesiapan Mess Persibat yang akan dijadikan rumah sakit darurat. Istimewa

BATANG – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah, membuat Pemkab Batang mengambil sejumlah kesiapan guna mengantisipasi kondisi terburuk terjadi di wilayahnya.

Salah satu persiapan yang dilakukan yaitu dengan menyiapkan Mess Persibat untuk dijadikan tempat rumah sakit darurat guna mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid-19.

“Meskipun di Batang kasus Covid-19 masih landai, namun langkah antisipasi harus tetap kita lakukan. Dan salah satunya dengan menyiapkan Mess Persibat ini sebagai rumah sakit darurat jika hal terburuk terjadi. Jangan sampai sudah kejadian, namun kita belum siap,” ungkap Bupati Batang, Wihaji didampingi Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Dandim 0736 Batang Letkol Arh.Yan Eka Putra disela-sela melakukan pengcekan kesiapan Mess Persibat, Kamis (10/06/2021) sore.

Bupati Wihaji menjelaskan, penyiapan rumah sakit darurat dilakjkan merujuk dari pengalaman daerah lain yang mengalami peningkatan kasus. Mengingat daya tampung rumah sakit memiliki keterbatasan, sehingga langkah antisipasi mutlak diperlukan.

“Penyiapan ini merupakan langkah mitigasi kita seandainya terjadi lonjakan, mengingat semuanya daerah juga sudah menyiapkan rumah sakit darurat. Untuk petugas medis dan para medisnya sendiri akan disupport oleh Kodim 0736 Batang dan Polres Batang,” jelas Bupati.

Lebih lanjut dijelaskan, fasilita yang dimiliki Mess Persibat sebagai rumah sakit darurat sendiri diantarnya kamar tidur, kamar mandi, tempat olah raga, sedangkan untuk sampah dipisahkan. 

“Untuk tempat tidur sendiri ada 24 yang tiap kamarnya dilengkapi dengan televisi, sound systemnya. Sedangkan untuk tenaga kesehatanya, akan kita siapkan ratusan orang, sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal,” beber Wihaji.

Ditambahkan, untuk Mess Persibat sendiri sebenarnya sudah dipersiapkan sejak tahun lalu sebagai tempat isolasi ataupun rumah sakit darurat jika daya hampung rumah sakit sudah tidak mampu menampung lonjakan pasien.
 
“Kita berharap semoga di Batang tidak terjadi lonjakan kasus, namun persiapan harus tetap dilakukan. Dan kami mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Batang ini,” tandas Wihaji. (don)