Akhir Tahun, Dukuh Simonet Direlokasi

by
RELOKASI - Sejumlah warga Dukuh Simonet Desa Semut Kecamatan Wonokerto akan direlokasi lantaran terendam banjir rob.

**Pemkab Koordinasi dengan Kementrian

KAJEN – Ada kabar gembira untuk warga Dukuh Simonet Desa Semut Kecamatan Wonokerto. Sesuai rencana, warga yang saat ini tinggal di dataran yang selalu terendam rob dan setiap saat diterjang ombak laut ini bakal direlokasi akhir tahun ini. Mereka akan menempati tempat tinggal baru yang jauh dari rob dan ombak.

Sekadar untuk diketahui, Dukuh Simonet terdapat puluhan rumah. Setiap hari warga Simonet selalu was-was dengan kondisi laut, baik air pasang maupun ombak laut. Karena kondisi itu, ada beberapa warga yang mampumeninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke tempat yang aman. Sedangkan sekitar 67 KK sampai sekarang masih bertahan karena tidak ada biaya untuk pindah rumah.

Atas kondisi itu, pemerintah desa setempat menggelar musyawarah guna melakukan relokasi terhadap 67 KK yang hingga kini tetap tinggal di rumahnya. Mereka sepakat menyediakan lahan yang nantinya bakal mejadi tempat bagi warga Simonet yang rumahnya kebanjiran. Langkah dari pemerintah Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, kemudian ditindaklanjuti DPRD Kabupaten Pekalongan bersama Pemkab setempat supaya rencana itu bisa terealisasikan.

Untuk melihat kondisi Simonet, Wakil Ketua DPRD, Somar Rosul, bersama jajaran Bappeda dan Dinas Perkim belum lama ini mendatangi Dirjen Perumahan di Jakarta untuk menyampaikan kondisi Simonet sekaligus langkah yang akan dilakukan. Mereka mengajukan permohonan dengan menyerahkan proposal. Tertera dalam proposal, kegiatan pelaksanaan relokasi warga Simonet dianggarkan Rp 6,5 Miliar.

”Alhamdulillah kami sudah bertemu pak Dirjen dan menyampaikan proposal bantuan. Namun demikian, hasilnya masih menunggu karena belum ditandatangani oleh pihak kementrian RI,” jelas Sumar Rosul kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya.

Diterangkan Sumar, kondisi Dukuh Simonet saat ini menyedihkan. “Boleh dibilang sangat memprihatinkan dan perlu segera direalisasikan. Sebab banjir yang melanda daerah itu sering terjadi, bahkan beberapa rumah warga tenggelam. Kalau tidak segera direlokasi, dikhawatirkan banjir lebih dahulu merendam rumah warga,” terangnya.